Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > [Kilas Balik 2015] Tontowi/Liliyana Raih Dua Gelar di Tahun Kambing Kayu
22 Desember 2015
[Kilas Balik 2015] Tontowi/Liliyana Raih Dua Gelar di Tahun Kambing Kayu
 
 

Rupanya peruntungan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di tahun kambing kayu tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Prestasi terbaik pasangan yang biasa disapa dengan sebutan Owi/Butet adalah menjadi juara Kejuaraan Asia dan Indonesia Masters Grand Prix Gold. Dihadapan publik Malang, pasangan ganda campuran nomor satu Indonesia ini mampu menjadi kampiun setelah menang dari rekannya, Praveen Jordan/Debby Susanto.

Di awal tahun 2015 Owi/Butet seperti menyimpan tenaga menghindari beberapa kejuaraan pemasanan menjelang All England. Namun sayang mereka gagal mempertahankan gelar juara All England setelah kandas di babak final dari pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei. Sepekan kemudian Owi/Butet terhenti di babak semifinal Swiss Open Grand Prix Gold 2015 oleh ganda China lainnya Liu Cheng/Bao Yixin.

Lepas dari Eropa mereka mencoba mengadu keberuntungan di daratan Asia. Sayang, di dua kejuaraan yang di ikuti yakni pada Malaysia Open Super Series Premier 2015 dan Singapore Open Super Series 2015, lagi-lagi mereka hanya mampu menjadi semifinalis.

Gelar juara akhirnya didapat dari Kejuaraan Asia. Ini merupakan gelar pertama yang bisa direbut Owi/Butet tahun 2015. Kejuaraan yang berada dalam naungan Konfederasi Bulutangkis Asia (BAC) ini mempunyai poin setara dengan turnamen super series.

Di dua turnamen besar yang diselenggarakan di dalam negeri, Owi/Butet finis sampai babak empat besar. Pada kejuaraan bulutangkis BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015 dan BWF World Champhionsip 2015, langkah Owi/Butet dijegal dibabak empat besar oleh musuh bebuyutannya Zhang Nan/Zhao Yunlei asal China. Hal yang sama juga terjadi pada kejuaraan Australia Open Super Series 2015. Kembali Owi/Butet terjerembab dibabak semifinal. Kali ini oleh pasangan Hongkong yang tengah naik daun Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah.

Prestasinya sempat membaik di Korea Selatan. Owi/Butet sempat menjadi runner up di negeri ginseng pada kejuaraan Korea Open Super Series 2015. Lagi-lagi pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei yang membuat Owi/Butet gagal menyabet gelar juara.

Kesempatan meraih gelar cukup terbuka pada kejuaraan Denmark Open Super Series Premier 2015. Zhang Nan/Zhao Yunlei yang selalu menjadi pesaing kuat tersungkur di babak kedua. Sayang Owi/Butet tak bisa memanfaatkannya. Ia gagal menembus babak final setelah kalah di tangan pasangan tuan rumah Ko Sung Hyung/Kim Ha Na di babak semifinal.

Kini Owi/Butet tengah mempersiapkan diri guna menghadapi event besar di tahun 2016. Olimpiade 2016 yang diselenggarakan di Rio De Janeiro, Brazil menjadi incaran setiap insan bulutangkis dunia, termasuk Owi/Butet. (AR)