Tiongkok begitu terkenal dengan kedigdayaannya di dunia bulutangkis. Tetapi di ajang All England, baru Gao Ling yang berhasil masuk ke jajaran atlet paling sukses di turnamen bulutangkis tertua dunia ini.
Super Series Premier, adalah level turnamen tertinggi di nomor perorangan yang digelar oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Di tahun 2016 ini, super series premier akan mulai bergulir bulan depan pada 8-13 Maret 2016.
Pekan lalu, Liliyana Natsir terbang ke Shanghai, Tiongkok. Ia datang untuk memenuhi undangan pertandingan eksebisi dalam rangka tahun baru China. Butet – begitu ia akrab disapa – terbang pada Senin (8/2) malam dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Dua hari lalu kami membahas mengenai bisnis yang dijalani oleh Liliyana Natsir. Kali ini, kami akan mengabarkan mengenai bisnis yang dijalani oleh Fran Kurniawan.
Bagi pecinta bulutangkis, nama Liliyana Natsir pasti sudah tak asing lagi di telinga. Prestasinya yang mendunia dan menjadi salah satu pemain yang disegani baik kawan maupun lawan, tentu membuat orang bisa dengan mudah kenal atlet yang biasa disapa Butet ini. Di dunia bulutangkis namanya memang tak asing lagi, tetapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa Butet sekarang juga adalah seorang enterpreneur.
Rupanya peruntungan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di tahun kambing kayu tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Prestasi terbaik pasangan yang biasa disapa dengan sebutan Owi/Butet adalah menjadi juara Kejuaraan Asia dan Indonesia Masters Grand Prix Gold. Dihadapan publik Malang, pasangan ganda campuran nomor satu Indonesia ini mampu menjadi kampiun setelah menang dari rekannya, Praveen Jordan/Debby Susanto.
Hobi
