Perjalanan panjang PB Djarum untuk berkontribusi melahirkan atlet-atlet bulu tangkis handal dunia sudah mencapai usia emas, yaitu 50 tahun. Berbagai rintangan hingga pencapaian membanggakan telah banyak dilewati oleh klub yang berdiri pada tanggal 28 April 1969 di Kudus, Jawa Tengah itu.
Para pemain bulutangkis Indonesia yang berlaga di kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 harus pulang dengan tangan hampa. Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang menjadi harapan satu-satunya, hanya dapat mempersembahkan runner up. Kevin/Markus menyerah dibabak puncak dari ganda Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.
Kemeriahan menyambut ulang tahun PB Djarum yang ke-50 hari ini, Minggu (28/4) nampaknya semakin terasa. Sebelum acara puncak yang bakal digelar malam nanti di GOR Jati, Kudus, pada siang tadi, Djarum Foundation menggelar peluncuran empat buah buku yang mendokumentasikan tentang berbagai cerita dan perjalanan prestasi atlet PB Djarum yang mewarnai dunia bulutangkis Indonesia. Salah satunya buku berjudul “Setengah Abad PB Djarum Dari Kudus Menuju Prestasi Dunia”.
Tepat hari ini, Minggu (28/4) PB Djarum merayakan hari ulang tahun yang ke-50. Berbagai perjuangan dan pencapaian yang sudah diraih untuk turut serta memajukan bulu tangkis Indonesia, sudah banyak dilakukan oleh PB Djarum.
Langkah pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Bobby Setiabudi, belum terbendung. Lulusan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2012 itu terus melaju ke babak final BTY Junior International Challenge 2019 yang saat ini tengah berlangsung di Banthongyord Badminton School, Bangkok, Thailand.
Harapan Indonesia untuk membawa gelar juara dari kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 masih tetap terjaga. Pasangan ganda putra Kevin/Markus membuka asa bagi Indonesia. Ganda putra nomor satu dunia ini berhasil melesat ke babak final.
