Kudus menjadi perhentian terakhir pencarian bakat muda di arena Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016. Pencarian talenta muda ini sebelumnya sukses di gelar di Palembang, Bandung, Balikpapan, Solo, Makassar, Purwokerto, Surabaya dan Cirebon. Ke delapan kota berhasil meloloskan 124 peserta untuk mengikuti babak final yang akan digelar di Kudus, 2-4 September mendatang.
Indonesia memiliki sejarah manis di nomor tunggal putri saat Susy Susanti berhasil menjadi peraih medali emas Olimpiade bulutangkis tahun 1992. Medali emas ini pun tak hanya menjadi medali emas pertama yang diperebutkan di Olimpiade, tetapi menjadi medali emas pertama bagi Indonesia.
Kesuksesan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir untuk meraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro seakan menjadi babak baru bagi bulutangkis tanah air. Demam bulutangkis melanda tanah air, media pun berlomba membawa Tontowi dan Liliyana ke studio ataupun melakukan wawancara eksklusif.
Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 akan segera memasuki babak final. Finalis dari delapan kota telah terpilih dan akan segera melakoni final Audisi Umum pada 2 hingga 4 September mendatang. Namun sebelum memasuki babak akhir, GOR Djarum Jati, Kudus akan menjadi tuan rumah untuk Audisi Umum kota terakhir.
Tak ada kamus menyerah dalam diri seorang M Rafli Putra Pratama. Meski Rafli, demikian biasa ia di sapa, pernah merasakan getirnya gagal saat Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015 lalu. Namun baginya, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Ia tak lantas larut dan putus asa. Ia pun tetap semangat dan tekun berlatih. Terbukti, pada Audisi yang di laksanakan di kota Makasar, ia kembali bisa menembus Kudus untuk kedua kalinya.
Pebulutangkis putra PB Djarum menguasai daftar unggulan dalam kejuaraan Milo School Competition II U15, U13 2016 yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah. Empat pemain yang berlaga di kota yang juga terkenal dengan kerajinan batik ini masuk dalam daftar unggulan. Bahkan dua unggulan teratas di tempati oleh para pemain cilik asal Kudus.
