Surya

Surya Adi Pambudi

Bagi anda pecinta bulutangkis, mungkin sudah tak asing dengan istilah umpire. Tak sembarang orang bisa menjadi pemimpin sebuah pertandingan, terlebih pertandingan akbar seperti di arena BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016.

Di lapangan utama turnamen bulutangkis papan atas dunia, kini sudah menggunakan teknologi hawk-eye. Teknologi ini pertama kali resmi digunakan pada tahun 2014 silam. Teknologi ini memberikan peluang bagi atlet untuk melakukan challenge atas keputusan hakim garis, jika dirasa merugikan dirinya.

Melangkah dari babak kualifikasi, untuk pertama kalinya Febby Angguni berhasil melangkah ke babak kedua BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016. Alumnus PB Djarum ini berhasil melaju ke babak kedua usai kalahnya Yip Pui Ying dari Hong Kong.

Krishna Adi Nugraha berhasil meraih gelar pertama bagi merah putih di ajang Smiling Fish International Challenge 2016. Krishna yang pada pekan sebelumnya tampil sebagai runner up di Walikota Surabaya International Series 2016 sukses memetik kemenangan di partai puncak kemarin (22/5).

Meski tim Piala Thomas Indonesia sudah dipastikan menang dari tim Thailand dan partai kelima sudah tidak lagi menentukan, pemain tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting tetap tampil baik. Seolah-olah ingin menjawab kepercayaan yang di berikan, Anthony membabat tunggal ketiga Thailand Adulrach Namkul.

Tim Uber Indonesian hanya menjadi runner up di grup C Piala Uber 2016. Setelah tim Indonesia harus mengakui keunggulan tim Thailand. Tim Indonesia kalah 2-3 dari tim Thailand. Walaupun di partai kelima, tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska kalahkan Nitchaon Jindapol melalui pertarungan tiga game di Kunshan Sport Center Stadium, Selasa (17/5) siang waktu China.