Surya

Surya Adi Pambudi

Pasangan campuran Indonesia, Andrei Adistia/ Vita Marissa hanya mampu menjadi runner up di Canada Open Grand Prix 2015. Setelah pada babak final, Minggu (28/6) kemarin, langkah Andrei/Vita ditahan oleh pasangan unggulan kedua asal Hongkong, Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah dengan dua game langsung bertempat di venue Markin MacPhail Center, Canada.


Posturnya memang tidak begitu tinggi, tetapi kemampuannya di lapangan sudah tak usah diragukan lagi. Peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis itu bernama Willy Christanto. Bernomor punggung 0189, Willy sanggup terus melaju hingga menyisakan satu pertandingan akhir.

Adinda Arka Maulita asal PB Kartika, Purwokerto dengan nomor punggung 0377 ini melewati tahapan kedua audisi umum Djarum bertempat di Gor Satria, Purwokerto, Kamis (11/6) siang. Ada pun, Adinda berhasil menang dua game langsung dari nomor punggung 0666, Assyifa Firdaussia Alfath asal PB Rajawali Purwokerto.

Sebelum menyukai olah raga bulutangkis, gadis kelas 2 SMP 198 Jakarta Timur ini ternyata di suruh orang tuanya mencari kesibukan diluar sekolah. Gadis yang memiliki nama lengkap Shafa Maulida  (14 tahun) ini pun lebih memilih olah raga tepok bulu. Namun dengan rasa penasaran, banyak belajar hingga bisa menguasai olah raga ini.

Peserta yang masih duduk di kelas 5 sekolah dasar Negeri Bawakarai 1, Makassar ini sudah mulai suka dengan olahraga bulutangkis sejak ia berusia 6 tahun. Peserta yang memiliki nama lengkap Muhamad Asri Ardilla asal klub PB Avante Makassar ini tenyata memilih bulutangkis karena alasan tertentu.

Menjadi semifinalis merupakan prestasi terbaik Indonesia pada perebutan Piala Sudirman 2015 yang berlangsung di Dongguan, China.