Ajang Badminton Asia Championships 2025 sudah dimulai hari ini (8/4). Para pemain ganda putri Indonesia belum terlihat bertanding pada kejuaraan yang dilaksanakan di Ningbo, China. Sesuai dengan jadwal, empat pasang ganda putri Indonesia baru akan turun ke karpet hijau pada esok hari (9/4).
Siti Fadia Silva Ramadhanti sepertinya menjadi pemain spesialis ganda yang tersibuk sejak lembaran tahun 2025 dimulai. Pemain yang akrab disapa dengan Fadia memang tidak hanya bermain di sektor ganda putri saja tetapi ia pun dicoba bermain ganda campuran bersama dengan Dejan Ferdinansyah. Di sektor ganda putri pun ia gonta ganti pasangan sebanyak dua kali. Usai perhelatan Olimpiade Prancis 2024, Fadia sempat di coba dengan Lanny Tria Mayasari. Pada kejuaraan All England 2025 kembali Fadia ber
Semifinal Yonex Dutch Junior International 2025 menjadi hasil terbaik untuk ganda putra junior PB Djarum, Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka. Dalam laga yang berlangsung di Badmintonhall Degiro Hall, Haarlem, Belanda, Sabtu (1/3) Ongky/Aquino tertahan langkahnya oleh unggulan tujuh asal Korea, Cho Hyeong Woo/Lee Hyeong Woo.
Ganda putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin harus puas menjadi runner-up di ajang Swiss Open 2025. Hasil itu mereka pastikan setelah di laga final Minggu (23/3) kalah dari pasangan Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh lewat pertarungan tiga game dengan skor 15-21, 21-18, 14-21 di St. Jakobshalle, Swiss.
Ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti tak bisa bicara banyak dalam laganya di Yonex Swiss Open 2025. Mereka langsung terhenti di babak pertama, usai berhadapan dengan unggulan delapan asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran.
Pasangan ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa melewati babak pertama pada kejuaraan bulutangkis All England 2025. Hari ini (12/3) pasangan yang akrab disapa dengan Apri/Fadia dipaksa bekerja keras oleh ganda asal Chinese Taipei Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun yang menjadi lawannya. Total 72 menit waktu yang digunakan Apri/Fadia untuk menaklukkan lawan yang ada diperingkat 21 dunia dengan sklor 17-21, 22-20, 21-19.
