Menjadi atlet PB Djarum juga jadi mimpi besar bagi pebulutangkis cilik asal Mataram, Bayu Satriawardana Salim Putra. Setelah melewati sembilan kali Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis sejak tahun 2016, akhirnya ia mencicipi Super Tiket pada audisi yang baru saja berakhir di GOR Djarum, Jati Kudus.
Pasangan campuran taruna Asghar Herfanda/Sang Ayu Putu Kharisma Maharani pastikan melangkah ke partai puncak Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jawa Timur Open 2019, setelah pada laga semifinal, Jumat (15/11) tadi Asghar/Sang Ayu mengalahkan rekan satu klubnya di PB Djarum Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Kelly Larissa bertempat di GOR Wilis Madiun.
Akhirnya pasangan campuran taruna PB Djarum Asghar Herfanda/Sang Ayu Putu Kharisma Maharani berhasil maju ke babak dua Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jawa Timur Open 2019, setelah laga babak pertama, Selasa (12/11) ini Asghar/Sang Ayu mengalahkan pasangan asal Surabaya Muhammad Alfian Hasyim/Lisa Anjeli.
Akhirnya, Bayu Arya Jumadil Qubro berhasil mewujudkan cita-citanya lolos final Audisi. Perjuangan pantang menyerah telah diperlihatkannya. Bertanding pada fase turnamen hari ini (29/10) pada ajang Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Solo Raya, jejaka cilik asal Lombok ini berhasil mendapatkan Super Tiket. Perasaan senang, bangga, harus berkecamuk dalam dirinya. “Seneng banget,” tuturnya.
Bayu Arya Jumadil Qubro, demikian nama lengkap peserta asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jejaka cilik yang lahir pada tanggal 12 Juli 2009 saat ini tengah berjuang pada ajang Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Solo Raya. Sejauh ini ia sudah berhasil melewati fase turnamen sampai babak delapan besar dan akan terus bertanding agar bisa lolos ke final Audisi yang akan dilaksanakan di Kudus, pada tanggal 20-22 November 2019.
Kekalahan yang dialami oleh ganda campuran taruna PB Djarum Alan Darmasaputra Kristanto/Sang Ayu Putu Kharisma Maharani pada laga semifinal Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Nusa Tenggara Barat Open 2019, Jumat (6/9) bertempat di GOR 17 Desember Mataram tadi, diluar dugaan sang pelatih.
