Tak banyak ganda Indonesia yang bisa menduduki posisi unggulan pada kejuaraan bulutangkis Thailand Open Grand Prix Gold 2017. Dari enam pasang, hanya dua ganda putra saja yang bisa menembus papan unggulan. Mereka adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menjadi unggulan ke-3 dan pasangan Berry Angriawan/Hardianto yang menempati unggulan ke-5.Unggulan pertama di kejuaraan yang menyediakan hadiah total USD 120.000,- ada di pundak pasangan Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Ra
Kejuaraan bulutangkis Thailand Open Grand Prix Gold 2017 terasa berat bagi pemain asal PB Djarum, Tania Oktaviani Kusumah. Betapa tidak, di babak pertama ia sudah harus menghadapi pasangan unggulan. Tania yang berpasangan dengan Nisak Puji Lestari memang akan mengawali perjalanan dengan terjal. Sang pemilik unggulan kedelapan dari India, Jakkampudi Meghana/Poorvisha S Ram sudah menunggu di babak pertama.
Para pemain tunggal putri Indonesia yang akan bertanding di kejuaraan bulutangkis Thailand Open Grand Prix Gold 2017 harus berjuang keras. Pasalnya di kejuaraan ini banyak pemain dunia menyatakan akan hadir. Tuan rumah Thailand jelas akan mencoba mengamankan gelar juara tunggal putri dengan menurunkan pemain-pemain terbaiknya seperti Ratchanok Intanon, Nitchaon Jindapol, Busanan Ongbamrungphan dan pemain muda Pornpawee Chochuwong. Mantan pemain nomor satu India, Saina Nehwal juga
Tiongkok datang ke Gold Coast dengan label unggulan pertama dan juara bertahan dalam enam edisi terakhir Piala Sudirman. Namun, di Carrara Indoor Stadium rekor kemenangan mereka di turnamen beregu campuran ini harus terhenti. Mereka harus mengakui keunggulan Korea di partai puncak dengan skor tipis 2-3.
Korea akhirnya kembali berhasil mematahkan kemenangan beruntun Tiongkok di arena Piala Sudirman. Mereka mematahkan empat kemenangan beruntun Tiongkok di tahun 2003, dan kali ini mereka menghentikan enam kemenangan beruntun Tiongkok.
Perebutan piala Sudirman 2017 sudah berakhir. Korea Selatan yang membawa banyak pemain muda ke Gold Coast, Australia, di luar dugaan bisa mencuri Piala Sudirman dari Tiongkok, dengan kedudukan akhir 3-2. Piala lambang supremasi beregu campuran pun terbang ke Korea Selatan setelah enam kali secara berturut-turut bertahan di Tiongkok.
