2016 menjadi tahun yang kurang menyenangkan bagi pebulutangkis spesialis ganda putra, Mohammad Ahsan. Ia yang begitu di andalkan Indonesia untuk meraih medali emas di Olimpiade Rio 2016 bersama pasangan tetapnya Hendra Setiawan, akhirnya harus mengubur impian dalam-dalam. Dari tiga kali pertandingan di babak kualifikasi grup D, Ahsan/Hendra hanya bisa meraih satu kali kemenangan.
Tahun 2016 bisa di katakan sebagai tahun prestasinya pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto. Di tahun yang di sebut dalam penanggalan China sebagai tahun Monyet api, Praveen/Debby merebut salah satu gelar juara dikejuaraan yang paling bergengsi, yakni All England. Praveen/Debby menjadi pasangan ketiga setelah Christian Hadinata/Imelda Wigoena dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang pernah merebut kejuaraan yang di selenggarakan di Inggris.
Banyak yang telah memperkirakan jika Kevin Sanjaya Sukamuljo bakal pemain menjadi penerus di ganda putra. Tanda-tanda itu telah terlihat saat pemain kelahiran Banyuwangi ini bermain dari kelas junior. Pukulan ajaibnya sering kali membuat lawan hanya terpaku tanpa bisa menyentuh bola. Tak salah jika ia di juluki sebagai titisan Sigit Budiarto, pemain yang juga memiliki pukulan aneh.
Siapa yang menyangka jika pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliana Natsir bisa merebut medali emas di ajang terbesar dan bergengsi Olimpiade. Padahal di awal tahun prestasinya di bulutangkis tidak begitu menjanjikan. Pasangan yang biasa di sapa dengan sebutan Owi/Butet ini beberapa kali gagal menyentuh gelar juara. Dari sekian turnamen yang di ikuti, hanya gelar juara dari kejuaran Malaysia Open Super Series Premier 2016 yang di dapat.
Leo Rolly Carnando sukses meraih podium tertinggi di nomor ganda campuran remaja bersama Metya Inayah Cindiani, sedangkan bersama Daniel Marthin di nomor ganda remaja putra ia harus puas jadi runner up di Blibli.com Apacs Junior Master 2016.
Alberto Alvin Yulianto berhasil menjadi yang terbaik di nomor tunggal remaja U17 Blibli.com Apacs Junior Master 2016. Atlet yang akrab disapa Alvin berada di ranking teratas dengan selisih skor meyakinkan. Ia finis dengan nilai akhir 88.60, sementara Ilmi Taufik Hidayat asal Exist Jakarta yang berada di posisi kedua mengumpulkan skor total 79.64.
