Tim bulutangkis Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Rio De Janeiro 2016 sudah berangkat kamis dini hari (28/7) pukul 00.30 WIB. Indonesia kini sangat berharap pada cabang olahraga bulutangkis untuk bisa membawa pulang medali dari event yang tiap empat tahun di selenggarakan ini.
Setelah pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari Indonesia mentas dan menjadi salah satu ganda putri terkuat di dunia saat ini, kini Indonesia bisa bernafas lega. Satu persatu pasangan pelapisnya mulai bermunculan. Kabar menggembirakan dari kejuaraan bulutangkis Vietnam Open Grand Prix 2016 seperti memberikan setetes air di gurun pasir. Bagaimana tidak, di saat bulutangkis putri Indonesia tengah menjadi sorotan, justru prestasi membanggakan di toreh para pemain pelapis ganda putri Ind
Tumpuan Indonesia di nomor ganda putra Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, akan bergabung dalam grup D di babak penyisihan grup. Penempatan pasangan terbaik Indonesia di grup tersebut merupakan hasil pengundian yang dirilis BWF kemarin (26/07). Lawan-lawan yang bakal dihadapi tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI sebagai wadah penempaan pemain nasional, kembali mengumumkan atlet baru yang resmi bergabung. Para pemain baru ini dipanggil dalam beberapa tahap pemanggilan seperti yang diumumkan media sosial resmi PBSI, selasa (26/07) ini. Diantara para pemain terdapat lima pemain asal klub PB Djarum.
Bakti Olahraga Djarum Foundation berencana kembali menggelar coaching clinic bulutangkis pada tanggal 12 Agustus mendatang. Kali ini, acara yang menghadirkan legenda, pelatih dan pemain PB Djarum tersebut singgah di kota Bandar Lampung. Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandar Lampung, akan menjadi tempat berlangsungnya kegiatan ini.
Gelar ganda putri Vietnam Open Grand Prix 2016 memang sudah dipastikan milik Indonesia. Laga final mempertemukan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari kontra Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta pada Minggu (24/7) siang.
