Lee Chong Wei sukses menjadi kampiun di arena BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016. Pebulutangkis negeri jiran itu sukses menjadi juarea keenam kalinya di Indonesia usai kalahkan Jan O Jorgensen dari Denmark.
Bagi anda pecinta bulutangkis, mungkin sudah tak asing dengan istilah umpire. Tak sembarang orang bisa menjadi pemimpin sebuah pertandingan, terlebih pertandingan akbar seperti di arena BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016.
Tang Yuanting turun di partai final BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016. Pebulutangkis Tiongkok ini melaju ke final bersama Yu Yang, sayang di partai puncak yang digelar Minggu (5/6) siang, Yu/Tang gagal mengatasi ganda Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dengan 15-21, 21-9 dan 15-21.
Penampilan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi di tahun 2016 ini terbilang sangat impresif. Baru saja mereka berhasil mengklaim gelar juara di arena BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016 pada Minggu (5/6). Ini menjadi gelar keempat mereka di tahun 2016, termasuk kemenangan di Kejuaraan Bulutangkis Asia.
Dalam enam tahun terakhir, Tiongkok selalu berhasil membawa pulang gelar ganda putri dari Istora. Namun tidak tahun ini. Adalah pasangan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dari Jepang yang mematahkan rekor Tiongkok. Di final BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016, Misaki/Ayaka sukses memenangkan laga pada Minggu (5/6) siang. Mereka berhasil menjadi juara usai menang 21-15, 8-21 dan 21-15 atas Yu Yang/Tang Yuanting, wakil Tiongkok.
Di lapangan utama turnamen bulutangkis papan atas dunia, kini sudah menggunakan teknologi hawk-eye. Teknologi ini pertama kali resmi digunakan pada tahun 2014 silam. Teknologi ini memberikan peluang bagi atlet untuk melakukan challenge atas keputusan hakim garis, jika dirasa merugikan dirinya.
