Sulaiman

Sulaiman

Tiongkok begitu terkenal dengan kedigdayaannya di dunia bulutangkis. Tetapi di ajang All England, baru Gao Ling yang berhasil masuk ke jajaran atlet paling sukses di turnamen bulutangkis tertua dunia ini.

Jika anda pecinta bulutangkis, anda tentu sudah sangat mengenal All England. Ya, turnamen tertua bulutangkis di dunia. Bagaimana tidak? Turnamen ini sudah bergulir sejak tahun 1899 silam, lebih dari satu abad yang lalu. Dengan sejarahnya, turnamen ini pun menjadi salah satu turnamen paling bergengsi di kalangan pebulutangkis elit dunia. Gelar ini menjadi salah satu gelar yang diperhitungkan, dan diburu.

Usai sudah perjuangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari di kejuaraan German Open 2016. Bertanding di babak semifinal kemarin (5/3), ganda nomor satu Indonesia ini di paksa mengakui ketangguhan ganda dari Thailand Putitta Supakirakul/Sapsiree Taerattanachai.

Perjalanan pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari di kejuaraan bulutangkis German Open 2016 semakin mulus. Menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang tersisa di kejuaraan bulutangkis berhadiah total USD 120.000,- tak membuat ganda nomor satu Indonesia mengendur.  Malah permainan mereka semakin menguat dari hari ke hari.

Srikandi-srikandi merah putih akhirnya menyusul langkah tim Thomas tanah air untuk berlaga di putaran final Piala Thomas dan Uber 2016. Turnamen yang akan digelar di Kunshan, Tiongkok pada 15-22 Mei menjadi tantangan berikutnya bagi tim merah putih.

Indonesia harus kehilangan asa di nomor tunggal putri. Hal ini tejradi setelah wakil merah putih yang tersisa, Linda Wenifanetri harus angkat koper dari German Open 2016. Linda dipaksa mengakui keunggulan wakil Tiongkok, Wang Shixian pada Kamis (3/3) malam waktu Indonesia.