Tahun 2015 menjadi tahun dimana adik Fran Kurniawan Fernando Kurniawan kembali ke tanah air. Fernando sempat bermain untuk membela Hong Kong sejak tahun 2014 lalu. Sekembalinya ke tanah air, Fernando langsung turun di berbagai turnamen nasional. Ia pun akhirnya memiliki kesempatan untuk bisa berpasangan dengan sang kakak tersebut.
Menyebut nama atlet serba bisa, Vita Marissa, terbayang sosok yang selalu menjadi panutan bagi atlet muda. Tak hanya panutan, Vita juga menjadi sosok yang mampu mendongkrak prestasi atlet-atlet muda. Sebut saja nama Praveen Jordan, pemain spesialis ganda PB Djarum, ia bisa melesat bersama Vita menjadi salah satu pasangan yang di takuti dunia. Bersama dengan Andrei Adistia sempat menjadi finalis Canada Open Grand Prix 2015. Di dalam negeri nama Jeka Wiratama dan Raffididas Akhdan Nugroho sert
Musim liburan natal dan tahun baru, sejumlah pebulutangkis memperoleh waktu liburan. Namun tidak dengan tiga pasang pemain ganda Indonesia. Ronald Alexander/Melati Daeva Oktaviani (ganda campuran), Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi (ganda putri) dan Wahyu Nayaka/Ade Yusuf (ganda putra), mendapat kehormatan sebagai undangan diajang Copenhagen Masters 2015.
Atlet spesialis ganda yang merupakan juara Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI ganda taruna putri 2014 lalu, Rahmadhani Hastiyanti Putri atau yang akrab disapa Putri berhasil meraih tiga gelar di sepanjang tahun 2015 ini.
Tahun 2015 seakan memiliki pertanda bahwa Indonesia akan segera memiliki penerus Taufik Hidayat. Tiga tunggal putra tanah air berhasil menebar ancaman diberbagai turnamen sepanjang tahun 2015 ini. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan tunggal putra binaan PB Djarum, Ihsan Maulana Mustofa.
Meskipun rekan seangkatannya sudah banyak yang pensiun, pebulutangkis Fran Kurniawan Teng masih tetap haus prestasi. Berbagai gelar juara yang dilangsungkan di dalam negeri disabet pemain kelahiran Palembang, tiga puluh tahun silam. Dua gelar turnamen internasional juga berhasil direbutnya.
