Sulaiman

Sulaiman

Harapan untuk meraih gelar juara dari nomor ganda campuran masih ada. Praveen Jordan/Debby Susanto yang menjadi satu-satunya pasangan ganda campuran yang tersisa, lolos dari babak kedua setelah menang dari lawannya kemarin (21/10). Kemenangan ini membuat mereka akan bertemu dengan ganda kuat asal Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen di babak kedua hari ini (22/10).

Bertempat di Venue Stade Pierre de Coubertin, Paris. Laga perdana nomor ganda putra dipertandingkan, Rabu (21/10) pukul 12:00 waktu Prancis. Pasangan nomor satu Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan masih terlalu tangguh bagi pasangan China, Cai Yun/Lu Kai. Pasalnya dipertemuan keempat kalinya ini, pasangan Ahsan/Hendra kembali mengalahkan pasangan China dengan dua game langsung dalam waktu 26 menit.

Kejuaraan bulutangkis French Open Super Series 2015 seepertinya belum memberikan keberuntungan bagi dua ganda campuran Indonesia. Baik Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir serta Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja gagal melewati babak pertama.

Usai menyelesaikan perjalanan di Denmark Open Super Series Premier 2015, Para atlet Indonesia kini melanjutkan perjalanan ke French Open Super Series 2015. Tujuh wakil Pelatnas Cipayung dijadwalkan turun bertanding memperebutkan total hadiah senilai USD 275.000. Di sektor ganda campuran, duet Riky Widianto/Richi Puspita Dili tidak turun main di Paris, digantikan dengan pasangan Edi Subaktiar/Gloria Emanulle Widjaja.

Turnamen bulutangkis seri Eropa kini beralih dari Denmark ke Prancis. Jika pada turnamen Denmark Open Super Series Premier 2015 Indonesia hanya menyertakan dua ganda campuran, kini di turnamen France Open Super Series 2015, Indonesia membawa tiga ganda campuran. Tambahan kekuatan akan datang dari ganda lapis kedua Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. Dari ketiga ganda campuran yang berlaga pada kejuaraan yang menyediakan hadiah total USD 275.000,- hanya pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Nats

Atlet peraih medali perunggu Olimpiade Athena, Sony Dwi Kuncoro berhasil meraih gelar. Kendati tak lagi muda, Sony ternyata menunjukkan bahwa dirinya masih harus diperhitungkan di arena bulutangkis dunia. Kali ini Sony berhasil membuktikan diri sebagai yang terbaik di nomor tunggal putra Chinese Taipei Grand Prix 2015. Di turnamen yang menawarkan hadiah total US$ 50 ribu itu, Sony keluar sebagai penghuni podium teratas.