Tim bulutangkis Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2014 telah berangkat ke Incheon, Korea Selatan. Sebelum bertolak menuju ke ajang olahraga multi event tersebut, seluruh atlet bulutangkis telah di bekali dengan persiapan yang matang.
Penyelenggaraan kejuaraan Indonesian Masters 2014 yang diselenggarakan 9-14 September 2014 lalu, berdekatan dengan Asian Games 2014. Hal ini membuat sejumlah juara bertahan dan beberapa pemain top baik asal Indonesia maupun asing tak dapat hadir. Meskipun demikian, ini tak menurunkan animo para penonton untuk memadati stadion Dempo, Jakabaring.
Pasangan muda Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Selvanus Geh akhirnya meraih posisi runner up ganda putra Indonesia di ajang Indonesian Masters Grand Prix Gold 2014. Mereka belum berhasil menundukkan pasangan senior Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon di babak final.
Vita Marissa gagal mengulang kesuksesannya di US Open Grand Prix Gold 2014 saat ia berhasil mengawinkan gelar juara ganda campuran dan juara ganda putri. Kali ini di Indonesian Masters 2014, Vita bersama Shendy Puspa Irawati berhasil menjadi juara, namun sayang, bersama Muhammad Rijal ia harus menyerah ditangan ganda andalan merah putih Riky Widianto/Richi Puspita Dili pada Minggu (14/9) sore.
Indonesia harus kehilangan satu gelar di Indonesian Masters 2014. Di nomor tunggal putra, dimana Firman Abdul Khalik akhirnya Firman Abdul Khalik harus mengakui keunggulan Prannoy HS dari India. Firman sendiri sepanjang minggu ini menyuguhkan kejutan demi kejutan, dimana ia berhasil merangkak dari babak kualifikasi.
Ganda PB Djarum, Vita Marissa/Shendy Puspa Irawati berhasil mengklaim gelar juara Indonesian Masters 2014. Di partai final yang digelar Minggu (14/9) siang, Vita/Shendy sukses mengalahkan ganda Indonesia lainnya Keshya Hanadia Nurvita/Devi Tika Permatasari dalam dua game langsung 23-21 dan 21-13.
