Ajang Olimpiade Tokyo 2020 cabang olahraga bulutangkis baru saja berakhir pada Senin (2/8) malam. Babak final nomor tunggal putra menjadi laga pamungkas di turnamen paling bergengsi di dunia ini.
Setelah Senin (2/8) siang tadi, ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani tampil gemilang dengan merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020, kembali tim bulutangkis Indonesia menyumbang medali kedua lewat pebulutangkis tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting.
Luar biasa adalah kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana perjuangan pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu dalam upayanya merebut medali emas cabang olahraga bulutangkis pada Olimpiade tokyo 2020. Hari ini (2/8), menjadi pembuktian dari ganda nomor satu Indonesia menjadi yang terbaik di ajang multi event Olimpiade.
Medali emas tunggal putri pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 akhirnya menjadi milik pebulutangkis asal Tiongkok, Chen Yufei. Ia menjadi yang pertama setelah di babak final, Minggu (2/8) malam tadi, mengalahkan wakil Taiwan, Tai Tzu Ying dalam pertarungan yang berlangsung selama tiga game.
Perjuangan tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting di Olimpiade Tokyo 2020 terpaksa harus terhenti. Pemain kelahiran Cimahi, 20 Oktober 1996 itu, belum berhasil melaju ke partai puncak setelah di semifinal siang ini, Minggu (1/8) takluk di tangan pebulutangkis Tiongkok, Chen Long.
Medali emas Olimpiade Tokyo 2020 cabang olahraga bulutangkis sektor ganda putra akhirnya menjadi milik dari pasangan China Taipei, Lee Yang/Wang Chi Lin. Lee/Wang yang merupakan pasangan ganda putra berperingkat tiga dunia menjadi yang terbaik di ajang multi event yang biasa diselenggarakan empat tahunan ini. Di babak final yang dilangsungkan hari ini (31/6), di Musashino Forest Plaza, Tokyo, Jepang, Lee/Wang muncul di podium tertinggi dengan mengalahkan ganda Tiongkok 21-18, 21-12.
