Hasil kurang memuaskan harus diterima oleh ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di ajang Olimpiade Paris 2024. Mereka gagal melaju ke semifinal setelah kalah di perempat final oleh pasangan nomor satu dunia asal Tiongkok, Liang Wei Keng/Wang Chang dengan 22-24, 20-22 di Port de la Chapelle Arena, Paris, Prancis, Kamis (1/8).
Gagal sudah harapan cabang olahraga bulutangkis dari sektor tunggal putra menyumbang medali pada ajang Olimpiade Paris 2024. Jangankan meraih medali perunggu, lolos dari fase putaran penyisihan pun tidak mampu dilalui. Setelah Jonatan Christie gagal merengkuh kemenangan pada pertandingan terakhir, Anthony Sinisuka Ginting juga tidak mampu menjegal pemain tuan rumah, Toma Junior Popov pada laga pamungkas.
Peluang terbuka bagi kontingen Indonesia dari cabang olahraga bulutangkis. Satu tempat di babak enam belas besar sudah dimiliki oleh wakil Indonesia melalui pebulutangkis putri Gregoria Mariska Tunjung. Bermain di Port de la Chapelle Arena, Paris, Prancis, hari ini (31/7), Gregoria menutup putaran penyisihan Grup G dengan kemenangan sempurna. Gregoria menundukkan pemain asal Republik Ceko, Tereza Svabikova dalam dua game 21-12, 21-18.
Kesempatan kontingen Indonesia untuk meraih medali pada Olimpiade Paris 2024 dari cabang olahraga bulutangkis semakin menipis. Satu peluang dari sektor tunggal putra kandas, usai Jonatan Christie tidak mampu mengamankan peluang pada pertandingan terakhir di Grup L yang digelar hari ini (31/7), di Port de la Chapelle Arena. Pemain yang biasa disapa dengan Jojo ini justru kalah pada laga penentuan. Jojo dihentikan pemain asal India Lakshya Sen dengan skor 18-21, 12-21.
Hari ini (30/7), sepertinya menjadi hari kurang beruntung bagi cabang olahraga bulutangkis yang berlaga di ajang Olimpiade Paris 2024. Bagaimana tidak, dua sektor yang bertanding pada hari ini, semuanya menelan kekalahan. Ganda putra dan putri yang menjadi wakil merah putih kalah di pertandingan terakhir pada putaran penyisihan grup. Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus mengakui ketangguhan lawan-lawannya.
Gagal sudah harapan mengulang prestasi emas seperti yang pernah diraih pada saat Olimpiade Rio 2016 dari sektor ganda campuran lewat tangan pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Rinov Rivaldy/Phita Hanigtyas Mentari yang menjadi satu-satunya pasangan ganda campuran Indonesia yang lolos ke Olimpiade Paris 2024 akhirnya harus mengubur impiannya dalam-dalam. Rinov/Phita harus menelan pil pahit setelah pada upaya terakhir yang dilakukan hari ini (29/7) gagal memetik kemenangan.
