Rupanya kejuaraan bulutangkis All England 2016 tidak memihak kepada pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Terbukti, unggulan ke-2 ini harus terhenti di babak perempat final usai di kalahkan wakil tuan rumah Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan 18-21, 16-21. Usaha Owi/Butet menambah gelar koleksi juara di All Englandpun akhirnya gagal.
Partai perang saudara yang harus dijalani oleh dua pasang ganda campuran Indonesia di babak kedua pada kejuaraan All England 2016, akhirnya dimenangi oleh pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pasangan yang biasa disapa dengan sebutan Owi/Butet ini menang dari juniornya Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja.
Tiongkok begitu terkenal dengan kedigdayaannya di dunia bulutangkis. Tetapi di ajang All England, baru Gao Ling yang berhasil masuk ke jajaran atlet paling sukses di turnamen bulutangkis tertua dunia ini.
Super Series Premier, adalah level turnamen tertinggi di nomor perorangan yang digelar oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Di tahun 2016 ini, super series premier akan mulai bergulir bulan depan pada 8-13 Maret 2016.
Rupanya peruntungan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di tahun kambing kayu tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Prestasi terbaik pasangan yang biasa disapa dengan sebutan Owi/Butet adalah menjadi juara Kejuaraan Asia dan Indonesia Masters Grand Prix Gold. Dihadapan publik Malang, pasangan ganda campuran nomor satu Indonesia ini mampu menjadi kampiun setelah menang dari rekannya, Praveen Jordan/Debby Susanto.
Duel antara dua ganda campuran terbaik yang dimiliki Indonesian terjadi di final Yonex Sunrise Indonesian Masters 2015. Di final turnamen yang berlevel grand prix gold ini, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhadapan dengan Praveen Jordan/Debby Susanto pada Minggu (6/12) siang.
Dorongan dari orang tua
