
Bertahun-tahun lalu, ketika masih duduk di bangku kelas 6 SD, ia menjejakkan kaki di Kudus, Jawa Tengah, dengan harapan besar untuk bergabung bersama PB Djarum, namun harus menelan pil pahit kegagalan. Kini, dengan menempuh perjalanan darat 13 jam dari Medan ke Pekanbaru, asa itu kembali dihidupkan. Bukan lagi untuk dirinya, melainkan untuk dua buah hatinya.
Ini adalah sepenggal cerita dari Hajar Risa, ibu dari empat anak. Saat kecil Risa mengatakan pernah bercita-cita menjadi atlet PB Djarum. Sayang, usahanya untuk itu tak berjalan mulus.
“Dulu saya pernah datang ke Kudus secara pribadi untuk tes masuk PB Djarum, tapi nggak keterima. Sampai akhirnya saya masuk klub PB Pelita Jaya. Nah ini anak saya, sekarang saya ingin mereka masuk PB Djarum, karena dulu saya tidak bisa,” kata Risa ditemui di GOR Angkasa Pekanbaru, Kamis (9/7).
“Saya follow instagram PB Djarum dan lihat-lihat postingannya. Rupanya ada audisi ini dan ada di Pekanbaru. Mumpung dekat, akhirnya saya daftarkan dua anak saya dan berangkat dari Medan,” cerita Risa.
Risa membawa dua dari empat anaknya untuk ikut audisi di Pekanbaru, yaitu Althamis Harim bermain di KU-12 putra, dan Al Axena Harim bermain di kelompok usia U-11 putri. Dengan menempuh perjalanan panjang, mereka datang dengan harapan bisa tembus dalam skuad PB Djarum.
“Kami naik bis 13 jam dari Medan. Capek juga rasanya. Tapi karena tiket pesawat juga lagi mahal, kami bela-belain untuk ke Pekanbaru lewat darat,” ujarnya.
Lebih lanjut Risa mengaku bahagia, mimpinya yang kandas bisa diteruskan oleh anak-anaknya. Apalagi ia mengatakan, kedua anaknya memiliki ketertarikan dengan bulutangkis, tanpa paksaan darinya.
“Dua anak saya memang suka main badminton. Karena saya bawa ke lapangan tuh dari umur 4 tahun. Di umur 4 tahun tuh saya bawa ke lapangan, memang udah senang. Umur 5 tahun mereka sudah minta latihan semua dua-duanya,” ujar Risa.
Al Axena dan Althamis saat ini berlatih dua kali dalam seminggu di PB Indocafe Medan dan satu hari latihan secara privat. Sesi latihan dilakukan usai anak-anaknya pulang dari sekolah.
“Sebenarnya masih kurang latihannya di klub, karena mereka masih sekolah. Jadi di rumah saya ada lapangan badminton, mereka latihan lagi sama saya,” ungkap Risa.
Risa juga menyambut baik Audisi Umum PB Djarum 2026 yang diselenggarakan di beberapa kota. Buatnya, ini bisa membantu banyak atlet muda dari berbagai pelosok Tanah Air, untuk ikut tes masuk PB Djarum.
“Saya rasa lebih dimudahkan dengan audisi di beberapa kota ini, karena bisa menjangkau seluruh Indonesia kan. Maksudnya bisa terjaring dari daerah juga, nggak cuma dari Jawa aja. Tapi dari daerah-daerah pulau-pulau lain kan mungkin ada juga bakat-bakat yang belum tersentuh ya, menurut saya. Kami pun dari Medan, nggak harus jauh pergi di Kudus,” kata Risa.
Saat ini di Audisi Umum PB Djarum 2026, sang putri, Al Axena baru saja menyelesaikan pertandingan pertamanya. Ia mengalahkan Keysha Vidya Azzahra. Sementara Althamis, putra Risa, masih menunggu jadwal bertanding dengan Nathan Winata.
“Alhamdulillah anak saya yang perempuan menang tadi di pertandingan pertama. Lawannya secara permainan masih di bawah anak saya. Tapi lawan berikutnya dia agak susah kelihatannya. Jadi dia harus lebih semangat. Tugas saya hanya memotivasi, karena dia sudah latihan juga,” kata Risa. (NFA)
