Wawancara
Home > Berita > AUDISI UMUM > Impian Lima Tahun Terwujud! Errencia Clarista dan Russel Junior Sumual Resmi Gabung PB Djarum
10 Oktober 2026
Impian Lima Tahun Terwujud! Errencia Clarista dan Russel Junior Sumual Resmi Gabung PB Djarum
 
 

Kebahagiaan menyelimuti Errencia Clarista dan Russel Junior Sumual setelah berhasil meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026 dan memastikan diri menjadi bagian dari klub PB Djarum. Bagi keduanya, keberhasilan melewati persaingan ketat dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 bukan sekadar pencapaian, melainkan juga langkah penting untuk mewujudkan impian menjadi pebulutangkis profesional.

Errencia menjadi satu-satunya atlet dari kategori KU 12 Putri yang berhasil meraih beasiswa pada audisi tahun ini. Atlet asal Pekanbaru tersebut mengaku sangat bersyukur karena impiannya untuk bergabung dengan PB Djarum yang telah dipupuk sejak lima tahun lalu akhirnya terwujud.

Kesempatan ini terasa semakin istimewa karena Audisi Umum PB Djarum 2026 merupakan pengalaman pertamanya mengikuti ajang pencarian bakat tersebut. Berkat persiapan melalui latihan rutin selama tiga bulan sebelum audisi di Pekanbaru, Errencia mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil lolos seleksi.

“Senang banget dan bangga bisa masuk PB Djarum. Sudah lama banget mau jadi atlet PB Djarum dari lima tahun lalu, karena fasilitas dan semuanya bagus. Bersyukur walaupun baru pertama kali ikut audisi umum tapi lolos berkat latihan rutin selama tiga bulan sebelum audisi di Pekanbaru,” ungkap Errencia, yang mengidolakan legenda bulutangkis Indonesia, Liliyana Natsir.

Keberhasilan Errencia menjadi bukti bahwa impian yang disertai persiapan dan kerja keras dapat membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar. Kini, ia berpeluang mengembangkan kemampuan di lingkungan pembinaan PB Djarum untuk terus meningkatkan kualitas permainan dan menapaki perjalanan sebagai atlet berprestasi.

Kisah perjuangan serupa juga datang dari Russel Junior Sumual, atlet kategori KU 11 Putra yang mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar. Keberhasilannya meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026 menjadi pencapaian membanggakan setelah sebelumnya belum berhasil melewati tahap turnamen pada audisi tahun lalu.

Russel mengaku terkejut ketika namanya diumumkan sebagai salah satu penerima beasiswa. Ia menyadari bahwa persaingan tahun ini sangat ketat, mulai dari babak turnamen hingga masa karantina. Meski demikian, ia bertekad memanfaatkan kesempatan bergabung dengan PB Djarum untuk mengasah kemampuan dan menjalani setiap proses pembinaan secara maksimal.

“Saya kaget pas tadi pengumuman (penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis). Karena persaingan (Audisi Umum PB Djarum 2026) sangat ketat mulai dari turnamen sampai karantina. Saya sudah siap untuk latihan di PB Djarum dan akan menjalani seluruh proses latihan dengan maksimal, bekerja keras, dan berusaha mewujudkan cita-cita menjadi pebulutangkis profesional,” ujar Russel.

Di balik keberhasilan Russel, terdapat dukungan dan pengorbanan sang ibu, Ferawati Kambodji, yang setia mendampingi perjalanan putranya. Datang jauh dari Makassar ke Kudus, Ferawati bahkan menghabiskan waktu sekitar satu bulan dengan menginap di dekat GOR Djarum Jati demi memberikan dukungan moral selama Russel menjalani masa karantina.

Meski tidak bisa bertemu setiap hari karena jadwal karantina yang harus dijalani, Ferawati tetap berusaha hadir untuk memberikan semangat. Ia mengaku bahagia karena perjuangan Russel kali ini membuahkan hasil setelah pengalaman pada audisi tahun sebelumnya belum sesuai harapan.

“Senang banget perjuangan Russel nggak sia-sia. Karena tahun lalu juga ikut audisi tapi cuma sampai turnamen. Saya juga sebulan nungguin di sini, walaupun bisa ketemunya hanya satu minggu sekali,” tutur Ferawati.

Kisah Errencia dan Russel menjadi gambaran bahwa keberhasilan dalam Audisi Umum PB Djarum tidak hanya lahir dari kemampuan di lapangan, tetapi juga dari ketekunan berlatih, keberanian menghadapi persaingan, serta dukungan keluarga yang terus menguatkan langkah para atlet muda.

Dengan bergabung bersama PB Djarum, keduanya kini memasuki babak baru dalam perjalanan bulutangkis mereka. Kesempatan ini diharapkan menjadi pijakan untuk terus berkembang, menimba pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar demi mewujudkan cita-cita menjadi pebulutangkis profesional.