Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > [Hall Of Fame PB Djarum] Maria Kristin Yulianti
24 November 2020
[Hall Of Fame PB Djarum] Maria Kristin Yulianti
 
 

Kisah prestasi Maria Kristin di dunia bulutangkis begitu berliku. Jatuh bangun pemain yang namanya biasa disingkat dengan MKY ini sangat kental. Tidak jarang ia hampir terkena degradasi, baik dari klubnya PB Djarum maupun dari Pelatnas. Rupanya, di sinilah mental juara seorang Maria Kristin Yulianti terbentuk. Ia tetap bisa berdiri tegar, bahkan mencapai prestasi tertinggi di Olimpiade Beijing 2008.

Maria Kristin Yulianti hadir di ajang pesta olahraga terbesar sedunia tanpa memiliki embel-embel unggulan. Apalagi baginya, drawing cabang olahraga bulutangkis nomor tunggal putri memperlihatkan jalan yang sangat curam. Di babak pertama ia harus berhadapan dengan pemain asal Jerman yang belakangan melesat prestasinya, Juliane Schenk. Bertanding panjang selama tiga game, Maria berhasil menang dramatis, 21-18, 16-21, 22-20.

Menang mudah 21-8, 21-4 dari pemain Spanyol Yoana Martinez, Maria harus berurusan dengan unggulan keenam dari Denmark Tine Baun. Hebatnya Maria, ia bisa menang walau harus dengan rubber game 18-21, 21-19, 21-14. Di babak perempat final, ia kembali bertemu salah satu pemain terbaik dunia masa itu, Saina Nehwal dari India. Tampil tenang dan penuh percaya diri Maria tuntas mengalahkan Saina dengan 26-28, 21-14, 21-15. Ia pun melesat ke babak semifinal dan bertemu dengan ratu bulutangkis Tiongkok, Zhang Ning. Sayangnya ia gagal mengatasi pemain yang merupakan unggulan kedua. Maria menyerah 15-21, 15-21.

Walau kalah, ia masih memiliki peluang untuk merebut medali perunggu. Persaingan perebutan tempat ketiga begitu ketat. Maria sempat kalah di game pertama dari Lu Lan dengan 11-21. Di game kedua, ia bisa membalikkan keadaan hingga menang dengan 21-13. Pada game ketiga Maria membuat Lu Lan menangis. Lu Lan meninggalkan lapangan dengan terisak-isak usai dikalahkan Maria dengan 15-21. Maria Kristin Yulianti akhirnya menjadi pemain yang mampu mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Indonesia.

Sebelum pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008, nama Maria melejit di kejuaraan dalam negeri, Indonesia Open Superseries. Siapa yang bakal menduga jika ia bisa menembus babak final di kejuaraan akbar dari dalam negeri. Apalagi di kejuaraan itu bertaburan bintang-bintang dari berbagai penjuru dunia. Masa itu Maria membuat malu pemain tenar macam Zhou Mi dari Tiongkok pada babak perempat final. Lalu Zhang Ning dihentikan di babak semifinal walau akhirnya Maria menyerah di partai puncak dari Zhu Lin.

Cedera lutut rupanya membuat Maria berulang kali jatuh bangun dalam prestasi. Hingga akhirnya ia memutuskan diri mundur dari panggung dunia bulutangkis pada tahun 2011.

Catatan prestasi Maria Kristin selain menjadi finalis Indonesia Open Superseries 2008 dan Medali Perunggu Olimpiade Beijing 2008 adalah menjadi juara di kejuaraan Malaysia Satelite 2004, Jakarta Satelite 2005, Singapore Satelite 2006, Finalis White Night Challenge 2011. Maria juga sempat menorehkan diri sebagai perebut medali emas tunggal putri bulutangkis pada ajang Sea Games 2007. (AR)