Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Alvent/Hendra Gagal Atasi Chai/Guo
21 April 2012
Alvent/Hendra Gagal Atasi Chai/Guo
 
 

Indonesia kembali harus tanpa wakil di semi final turnamen sekelas Kejuaraan Asia. Hal ini terjadi, setelah satu-satunya wakil yang tersisa Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan juga menyusul kekalahan yang dialami oleh Muhammad Rijal/Debby Susanto sebelumnya.

Alvent/Hendra gagal  mengatasi unggulan pertama asal China, Chai Biao/Guo Zhendong. Mereka harus menyerah dalam dua game langsung. Game pertama, mereka seperti terlambat panas. Alhasil mereka hanya mampu meraih tujuh angka di game pertama.

Angin di lapangan cukup menyulitkan kami di game pertama,” ujar Hendra usai laga.

Pertarungan di game kedua sebetulnya berlangsung seimbang, namun Alvent/Hendra berhasil mendominasi jalannya pertandingan. Unggul 11-7 di interval, mereka sempat membuat game point saat kedudukan 20-19. sayang, mereka harus kehilangan tiga angka berturut-turut dan kalah 20-22.

Di game ini, kami bisa terus unggul, tapi sayang kami gagal memanfaatkan kesempatan ini,” lanjutnya.

Dengan kekalahan ini, catatan pertemuan Alvent/Hendra dengan Chai/Guo menjadi 2-1. Sebelumnya mereka berhasil mengatasi pasangan muda China tersebut.

Berikutnya kami ingin memperbaiki penampilan kami pekan depan di India,” pungkasnya.

Dengan demikian, Indonesia harus kembali pulang dengan tangan hampadari Kejuaraan
Asia 2012 kali ini. Indonesia sebetulnya memiliki sejarah yang cukup baik di sektor ganda putra pada kejuaraan Asia.

Indonesia terakhir berhasil meraih gelar melalui Markis Kido/Hendra Setiawan yang berhasil menjadi juara pada tahun 2009 lalu. Gelar Kido/Hendra di tahun 2009 tersebut adalah gelar kedua Kejuaraan Asia mereka setelah sebelumnya mereka pun tercatat menjadi juara di tahun
2005.

Sejak tahun 1991-2011, Indonesia total meraih tujuh gelar juara yaitu Sigit Budiarto/Trikus Haryanto (2004), Bambang Supriyanto/Trikus Haryanto (2001), Rexy Mainaky/Tony Gunawan (2000), Denny Kantono/Antonius Ariantho (1997), Ade Sutrisna/Candra Wijaya (1996). Perolehan yang sama dengan Korea, dimana mereka juga mengoleksi tujuh gelar juara, sementara China sendiri hanya mampu meraih dua gelar
juara melalui Chen Kang/Chen Hongyong (1994) serta Cai Yun/Fu Haifeng
pada tahun lalu. Akankah China meraih gelar berikutnya? (IR)