Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Sempat Tidak Bisa Jalan Saat Akan Liputan
04 Agustus 2020
Sempat Tidak Bisa Jalan Saat Akan Liputan
 
 

Bukan tanpa kendala menjadi seorang pewarta berita, apalagi sebagai seorang wanita yang sudah menikah. Perjalanan karir Nafielah sebagai wartawan PBSI juga sempat mengalami masa sulit. Saat-saat hamil menjadi waktu yang teramat berat baginya. Menjalankan tugas sebagai ibu dari bayi yang dikandungnya juga meliput kegiatan turnamen bulu tangkis yang padat, menjadi dua hal penting yang harus sama-sama dijalankannya.

Untungnya, Nafielah sempat mendapat dispensasi pada saat hamil muda. Kemudahan yang diberikan, dimanfaatkan dengan baik olehnya untuk total beristirahat. Memasuki tri semester kedua ia mulai memberanikan diri menjalankan tugasnya sebagai peliput berita. Di usia kehamilan lima bulan, ia mendapat tugas meliput kejuaraan di Gold Coast, Australia.

Ketentuan PBSI yang mengharuskannya meliput sendiri, membuatnya berangkat ke negeri kanguru tanpa tandem tetapnya Widya. Nafielah mempersiapkan dengan matang sebelum keberangkatannya. Ia merasa wajib mengunjungi dokter untuk pengecekan kehamilannya karena ia akan berpergian menggunakan pesawat untuk waktu yang cukup lama. Obat penguat pun sudah diberikan oleh dokter. Sesampainya di bandara ia mulai merasa kram dan sempat tidak bisa jalan. Analisanya, hal ini lebih dikarenakan perjalanan dari rumah menuju bandara yang cukup lama. Usai istirahat, gangguan yang dideritanya sempat sirna.

Nasib berkata lain, saat ia diatas pesawat dan transit menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Tiba-tiba ia kembali merasa kram. “Waktu aku ke kamar mandi, kakiku ga bisa gerak sama sekali. Kaya lumpuh gitu,” ujarnya.

Sesampainya di Kuala Lumpur, ia langsung dilarang untuk melanjutkan perjalanannya ke Gold Coast, Australia dan harus ke rumah sakit untuk pengecekan lebih lanjut. Tidak hanya itu saja, iapun harus dirawat di Kuala Lumpur untuk beberapa hari sampai akhirnya ia benar-benar dinyatakan sehat kembali.

Nafielah merasa saat-saat terberat mendapat dukungan dari banyak pihak. Saat ia tumbang di Kuala Lumpur, ia langsung diizinkan untuk tidak melanjutkan meliput.

Dari Jakarta langsung telepon, diizinkan ga usah lanjut berangkat liputan,” katanya.

Waktu meliput kejuaraan World Junior Championships 2017 di Yogyakarta, saat kehamilannya memasuki usia delapan bulan, iapun mengalami hal yang sama.

Bengkak-bengkak kan kaki segala macam, tapi tetap liputan. Tapi semuanya baik banget. Mulai dari rekan-rekan liputan, trus dari official, atlet, pelatih benar-benar saling bantu. Alhamdulillah punya tim yang support,” ungkapnya berterimakasih. (AR)