Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Nazwan Bangga Lahir di Samarinda
19 Oktober 2020
Nazwan Bangga Lahir di Samarinda
 
 

Lahir di Samarinda Kalimatan Timur, pebulutangkis tunggal putra Nazwan Abdilah merasa bangga. Pemain lulusan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2018 itu menyatakan kalau kota Samarinda sudah lebih maju dan bagus jika dibandingkan dengan salah satu kota di Jawa Tengah yaitu Kudus.

"Orang yang belum pernah ke Samarinda pasti menyangka kotanya seperti hutan tetapi sebenarnya Samarinda sudah lebih maju dan bagus dari pada kota Kudus. Menurut cerita masyarakat, konon yang sudah minum air sungai mahakam pasti akan balik lagi ke Samarinda," jelas semifinalis tunggal anak-anak putra di kejuaraan Astec Sumatera Utara Open 2020.

Pemain kelahiran bulan Juni tahun 2008 itu mengatakan bagi para pelancong yang ingin datang ke Samarinda patut mencoba makanan salah satu khas dari Kalimantan Timur yang bahan dasarnya dari buah pisang, selain itu ada olahan enak terbuat dari daging binatang rusa yang tak kalah nikmatnya.

"Makanan yang dari pisang itu adalah gapit pisang. Dalam proses masaknya pisang itu dijepit. Lalu ada makanan namanya sate payau, itu makanan cukup langkah karena bahan dasar dari daging rusa," ujar Nazwan.

Mengenai tempat wisata di Samarinda, Nazwan mengatakan ada dua tempat yang biasa ia dan keluarga kunjungi yaitu pulau kumala dan Masjid Islamic Center Samarinda.

"Tetapi saya dan keluarga lebih sering pergi ke pulau kumala. Karena tempatnya dikelilingi dengan lautan dan banyak permainan juga disana," ujar pemain yang suka makan ayam penyet.

Sebelum menjadi atlet PB Djarum, Nazwan itu pernah berlatih di satu klub Kalimatan Timur benama PB Pengairan. Kala itu, Nazwan berusia enam tahun saat masuk klub itu. Salah satu pelatihnya adalah sang ayah (Suhaendi Noor). Dari sang ayah itulah Nazwan dikenalkan dengan olah raga ini.

Nazwan mengatakan klub PB Pengairan tidak besar seperti klub di pulau Jawa. Untuk menjaga kekompakan biasanya setiap minggu mengadakan acara yang diikuti oleh orang tua.

"Setiap minggu di klub Pengairan pasti ada acara makan bareng. Karena orang tua kita itu mengadakan arisan. Jadi kita ikut makan bersama mereka. Acara itu katanya untuk jaga kekompakan sih," tutup Nazwan.(ds)