
Sosok asisten pelatih ganda putra Pelatnas PBSI Aryono Miranat memang terlihat kalem. Berkat tangan dinginnya, pria kelahiran Kota Bandung itu mampu mencetak sederet pebulu tangkis hebat.
Terbukti, sepanjang karir kepelatihannya, pelatih yang biasa disapa Koh Ar oleh anak-anak didiknya itu telah membentuk pasangan terbaik Vita Marisa/Liliyana Natsir dengan mematahkan dominasi ganda putri Tiongkok kala itu. Bukan hanya itu, pasangan putra peringkat satu dunia saat ini Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon juga berhasil dipolesnya.
Diakui oleh Koh Ar bahwa kenangan yang tak bisa ia lupakan adalah kala anak-anak didiknya mampu menjadi juara. Setelah melalui pertandingan-pertandingan yang cukup menegangkan. Menurutnya lagi, untuk mencapai juara pastinya semua pemain harus memiliki beberapa kriteria.
"Mereka itu harus memiliki komitmen, disiplin, speed, power, pantang menyerah dan selalu berpikir saat sedang bertanding," jelas Koh Ar kepada tim pbdjarum.org.
Sebagai pelatih, Koh Ar pernah membawa pasangan ganda putra meraih juara di All England 2003 dan juara Kejuaraan Dunia 2005 serta juara Kejuaran Dunia 2007. Tak hanya itu, di nomor beregu juga Koh Ar pernah membawa tim Indonesia merebut juara SEA Games 2003 dan runner up di piala Sudirman 2007.
Sebelum melatih, prestasi Koh Ar saat masih aktif menjadi pemain cukup membanggakan. Pebulu tangkis besutan PB Djarum itu sepesialis turun di sektor ganda campuran. Bersama pasangannya Eliza Nathanael, mereka berhasil menjadi juara di China Open 1992, Thailand Open 1992 dan France Open 1993.
Aryono juga mencatatkan namanya sebagai runner up sebanyak tiga kali beruntun di ajang Indonesia Open dari tahun 1990 hingga 1992. Ternyata dari sejumlah kemenangan itu, ada kenangan yang tak dapat dilupakan oleh Koh Ar.
"Kenangan itu saat pertandingan di China Open tahun 1992 lalu. Karena kala itu lawan yang dihadapi pasangan juara Dunia dari China dan mainnya di kandang lawan," ucapnya Koh Ar. (ds)
