
Tunggal taruna putri andalan PB Djarum, Hani Miftasari, sukses mengamankan tiket ke babak final Sirkuit Nasional (Sirnas) A DKI Jakarta 2026. Bermain di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (7/8), Hani melangkah ke partai puncak usai menumbangkan wakil PB AIC Bekasi, Wa Ode Andita Julianti.
Dalam laga semifinal tersebut, Hani tampil impresif dan menyudahi perlawanan Wa Ode dalam dua game langsung dengan skor meyakinkan 21-13, 21-11.
Mengomentari kemenangannya, Hani mengungkapkan bahwa keberhasilannya meredam perlawanan Wa Ode tidak lepas dari strategi menekan sejak menit awal. Ia mengambil inisiatif untuk mendominasi area depan net sehingga lawan tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan permainan.
"Dia sepertinya tidak enak menghadapi tekanan saya duluan. Saya fokus di pengambilan bola depan, mempercepat tempo permainan untuk mengontrol bola, baru setelah itu melancarkan serangan," ujar Hani usai pertandingan.
Di babak final, Hani akan berhadapan dengan pemain asal klub Jaya Raya Jakarta, Shaafiya Yasmin Maitsaa. Yasmin melangkah ke partai penentuan setelah berhasil mengalahkan wakil PB Djarum lainnya, Christabel Calista Purwanto, lewat pertarungan sengit tiga game dengan skor 9-21, 21-18, 21-8.
Calista sejatinya sempat unggul jauh di game pertama, namun performanya menurun drastis di dua game berikutnya karena terkendala faktor stamina.
Bagi Hani, partai final melawan Yasmin akan menjadi pertemuan resmi pertama mereka di turnamen. Meski secara usia Yasmin lebih senior, Hani mengaku tidak gentar. Pasalnya, ia memiliki bekal positif berkat pengalamannya menghadapi Yasmin di luar turnamen resmi.
"Kalau di pertandingan resmi memang belum pernah bertemu, tapi saat latihan pernah. Sudah agak lama sih, tapi di pertemuan terakhir itu saya yang menang," tutur Hani percaya diri.
Menghadapi laga pamungkas tersebut, Hani menyadari bahwa pertandingan tidak akan berjalan mudah. Ia pun telah memetakan hal-hal yang wajib dipersiapkan untuk menaklukkan wakil Jaya Raya tersebut.
"Yang paling harus diperhatikan adalah fisiknya. Harus lebih kuat secara fisik dan juga fokus menjaga lapangan," pungkasnya. (NFA)
