Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Malaysia Junior International Challenge 2026] Taklukkan Kompatriotnya, Hani Miftasari Melaju ke Semifinal
24 Juli 2026
[Malaysia Junior International Challenge 2026] Taklukkan Kompatriotnya, Hani Miftasari Melaju ke Semifinal
 
 

Tunggal putri PB Djarum, Hani Miftasari, sukses mengamankan tiket ke babak semifinal Malaysia Junior International Challenge 2026, setelah menumbangkan rekan senegaranya, Frisca Adelia Arifah. Pada laga perempat final, Hani membukukan skor 22-20, 21-17 dari Frisca. Kemenangan atas kompatriotnya ini membawa Hani selangkah lebih dekat menuju gelar juara.

Usai pertandingan di Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur, Hani mengungkapkan bahwa kemenangannya hari ini tidak didapat dengan mudah. Pada game pertama, ia mengaku sempat tertinggal karena terlambat beradaptasi dengan atmosfer pertandingan.

Banyaknya poin yang hilang di awal laga, menurut Hani, murni karena kesalahan sendiri. "Tadi banyak bola enak malah nyangkut, nggak sampai. Kayaknya start-nya kurang. Baru pas poin 11, mulai naikin hawanya sama fokusnya," ujar Hani membeberkan kendalanya di awal laga.

Memasuki game kedua, Hani sebenarnya mampu mengambil alih kendali permainan sejak awal dan sempat memimpin jauh di angka 9-2. Namun, perolehan poinnya sempat terkejar oleh Frisca karena Hani kembali melakukan beberapa kesalahan minor, seperti bola yang menyangkut di net dan pengembalian yang melebar tipis dari garis lapangan.

Meski mendapat perlawanan sengit, Hani mengaku tampil lebih percaya diri pada laga kali ini. Kepercayaan diri tersebut tak lepas dari rekor pertemuan yang berpihak padanya. Sebelumnya, Hani tercatat pernah mengalahkan Frisca dengan skor 2-0.

"Bekal kemenangan sebelumnya itu bikin saya lebih percaya diri," tuturnya singkat.

Kini, fokus Hani sepenuhnya tertuju pada laga semifinal menghadapi tunggal putri asal Taiwan, Chih-Yun Cheng. Hani bertekad untuk memperbanyak durasi pemanasan sebelum masuk ke lapangan agar bisa langsung tampil maksimal sejak poin pertama.

Terkait strategi di atas lapangan, Hani akan berusaha memaksakan pola permainannya terlebih dahulu dan menjaga fokus pada setiap poin secara bertahap. Namun, ia juga menyiapkan rencana cadangan.

"Kalau dari cara mainnya nggak bisa dapat poin, harus berani mengubah cara main," tegas Hani.

Menakar peluangnya di babak semifinal melawan Chih-Yun Cheng, Hani bersikap realistis namun tetap memendam optimisme tinggi. Ia menilai kekuatan di atas kertas cukup berimbang dengan persentase 50-50, tetapi yakin bisa melewatinya.

"Peluangnya fifty-fifty. Harusnya bisa sih," pungkasnya dengan nada optimis. (NFA)