Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Malaysia Junior International Challenge 2026] Langkah Hani Miftasari Selesai di Semifinal
25 Juli 2026
[Malaysia Junior International Challenge 2026] Langkah Hani Miftasari Selesai di Semifinal
 
 

Tunggal putri PB Djarum, Hani Miftasari, harus mengubur ambisinya untuk meraih gelar juara setelah langkahnya terhenti di babak semifinal ajang Malaysia Junior International Challenge 2026, Sabtu (25/7). Meski berhasil menembus babak empat besar pada turnamen yang digelar di Kuala Lumpur ini, Hani mengaku kurang puas dengan performanya di atas lapangan.

Pada laga perebutan tiket final tersebut, Hani tampak kesulitan mengembangkan permainan, terutama di game pertama di mana ia tertinggal dengan skor yang cukup jauh. Usai pertandingan, Hani mengakui bahwa kekalahan telak di awal laga murni karena ia terlalu terburu-buru dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Hani kalah straight game dari pemain Taiwan, Chih Yun Cheng dengan skor 6-21, 13-21.

"Nggak tahu ya, kayak banyak error-nya sendiri. Pengennya buru-buru matiin lawan, kayak cepet-cepet gitu. Sedangkan kalau disabarin, harusnya bisa ngadu," ungkap Hani ditemui di Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur.

Hani mengaku baru bisa menemukan ritme permainannya di penghujung game kedua. Hani menyadari bahwa ketika ia bermain lebih sabar, pukulan-pukulan serangannya mulai keluar dan bisa merepotkan lawan.

Menanggapi sang lawan yang berhasil menjegalnya ke final, Hani memuji kecepatan dan kematangan rivalnya tersebut. Hani menilai Cheng memiliki jam terbang dan usia yang lebih senior, sehingga tampil sangat menguasai pertandingan.

"Bola depannya itu cepat pengambilannya, habis itu ngontrolnya dia lebih oke. Dia juga kelihatan lebih matang," ungkap Hani.

Keberhasilan mencapai babak semifinal di turnamen internasional ini tak lantas membuat Hani berpuas diri. Ia merasa permainannya belum keluar secara utuh. "Kurang puas, karena mainnya kurang. Coba kalau mainnya keluar dan maksimal," katanya.

Tak ingin larut dalam kekalahan, Hani langsung mengalihkan fokusnya ke kejuaraan nasional terdekat, yakni turnamen Piala Kapolri 2026. Mengingat persaingan di Piala Kapolri akan didominasi oleh atlet-atlet lokal Indonesia, Hani bertekad menjadikan kekalahannya di Malaysia sebagai bahan evaluasi besar, terutama dari sisi psikologis di lapangan.

"Dari sini belajar banyak. Ke depannya harus lebih sabar dan fokus. Terus kalau ada di kondisi error dan buntu, harus bisa tenangin diri dulu," pungkas Hani. (NFA)