Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > Makassar Sambut Hangat All Stars
01 Juni 2013
Makassar Sambut Hangat All Stars
 
 

Tim Djarum Badminton All Stars 2013 mendapat sambutan hangat dari kota Makassar, Jumat (31/5). Bertempat di kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Tim Djarum Badminton All Stars 2013 bersiap mengawali rangkaian acara hingga Sabtu (1/6).

"Hal ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Makassar. Semoga bisa memberi motivasi sendiri bagi atlet Sulawesi Selatan, sehingga kedepannya banyak atlet bulutangkis yang datang dari Makassar," ujar Ketua KONI Pengprov Sulawesi Selatan, Andi Darussalam Tabussalam.

Djarum Badminton All Stars 2013 yang berlangsung di GOR Sudiang, Makassar, diawali dengan pemberian materi coaching clinic kepada pelatih di kota Makassar, Jumat (31/5). Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelatih daerah dalam membina bibit-bibit baru.

Acara pemberian materi coaching clinic akan diteruskan, Sabtu (1/6), kali ini giliran pemain muda yang akan mendapat pengalaman dan ilmu dari legenda bulutangkis Indonesia.


"Tidak menutup kemungkinan untuk program latihan berkesinambungan, karena kami yakin bibit baru bulutangkis tersebar dari berbagai pelosok negri, dan kita ingin memaksimalkan hal tersebut," ujar Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Selain itu, Christian Hadinata, pemain senior sekaligus pelatih bulutangkis Indonesia juga mengatakan, acara ini bisa dimanfaatkan untuk motivasi pemain lokal agar bisa bersaing dengan pemain-pemain dari pulau Jawa yang selama ini masih mendominasi.


"Kita pengen berbagi, karena mainset selama ini kalau mau jago harus ke pulau jawa. Jadi sekarang kita berbagi langsung ke sulawesi. Bagi pengalaman. Sehingga bisa berprestasi juga seperti temen2 di pulau Jawa," kata Christian Hadinata.

Ditambahkan Christian, penekanan utamanya peningkatan kualitas skill, dan teknik. Peserta akan mendapatkan peragaan teknik dari para legenda dan memperlihatkan skillnya. "Jadi mereka termotivasi dari para senior. Karena melihat langsung itu berbeda daripada menonton di televisi saja," tambahnya.

"Peluang untuk bersaing dengan pemain Jawa sangat terbuka. Potensinya banyak yang bagus. Kalau semua harus pindah ke Jawa kan terlalu besar pertimbangannya, dan kita bisa kehilangan bibit-bibit bagusnya," kata Christian membaca peluang bibit bulutangkis muda Kota Makassar. (NM)