
Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kembali menjadi andalan Indonesia untuk bisa merebut gelar juara. Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 ini sangat di harapkan untuk bisa membawa pulang gelar juara di kejuaraan bulutangkis China Open Super Series Premier 2016. Pasangan yang biasa di sapa dengan panggilan Owi/Butet ini hari ini (19/11) sukses meluncur ke babak final.
Kesabaran dan ketenangan kembali menjadi kunci kemenangan bagi Owi/Butet. Bagaimana tidak, di dua game yang di mainkan saat menghadapi ganda asal Korea Selatan Solgyu Choi/Chae Yoo Jung, ganda campuran utama Indonesia ini selalu tertinggal dalam perolehan angka. Di game pertama ganda Indonesia sempat tertinggal 8-12, tetapi kemudian berbalik menang dengan 21-17. Hal yang sama juga terjadi di game kedua. Nyaris kehilangan game kedua saat angka menunjukkan 18-20, Owi/Butet bisa menyelesaikannya meski harus melewatinya dengan adu setting 25-23.
“Kalau menurut saya, tadi kami bermain lebih tenang. Walaupun ketinggalan tapi kami tetap tenang, tetap fokus dan tetap kontrol. Walaupun di game awalm saya sempat kendor dan ketinggalan 0-4. Tapi habis itu kami balik lagi,” analisa Owi kepada badmintonindonesia.org.
“Kami sudah tahu karakter pemain Korea yang alot, kuat dan nggak gampang di matiin. Jadi kami perlu lebih sabar dan tenang. Kalau ketinggalanpun tetap tenang, karena belum game. Fokus lagi buat dari poin,” sambung Butet.
Kemenangan Owi/Butet di babak semifinal pada kejuaraan yang menyediakan hadiah total USD 700.000,- selain merubah rekor pertemuan menjadi 2-0 juga membawa Owi/Butet akan bertemu wakil China Zhang Nan/Li Yinhui.
Bagi Butet, ia dan Owi harus tetap bisa menjaga fokus dan ketenangan. “Di partai final yang pasti lawan lebih berat lagi. Jadi kami harus siap semuanya, fisik, fokus, ketenangan dan komunikasi kami harus lebih lagi,” pungkas Butet. (AR)
