Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Walikota Surabaya International Series 2016] Pelatnas Berpeluang Bawa Dua Gelar
15 Mei 2016
[Walikota Surabaya International Series 2016] Pelatnas Berpeluang Bawa Dua Gelar
 
 

Walikota Surabaya Internasional Series 2016 segera memasuki babak akhir. Ini adalah kali pertama kelas dewasa turnamen Walikota Surabaya menjadi turnamen level empat Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Di final yang akan digelar hari ini (15/5) mulai puku 16.00 WIB, Pelatnas berhasil mengirimkan dua wakilnya untuk memperebutkan gelar juara.

Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian menjadi wakil pertama asal Pelatnas yang berhasil memastikan diri untuk melaju ke final. Unggulan dua ini sukses menghentikan kejutan Hermansyah/Senatria Agus Setia Putra yang kerap merepotkan unggulan sejak babak kedua. Rian/Fajar berhasil mendominasi laju pertandingan dan menang mudah dalam dua game langsung 21-8 dan 21-10 hanya dalam tempo 20 menit.

Pelatnas pun berhasil mengirimkan wakil lainnya untuk melaju ke partai puncak. Adalah Krishna Adi Nugraha yang berhasil menghentikan langkah unggulan teratas, Wisnu Yuli Prasetyo. Ini sekaligus merupakan pembalasan kekalahan Krishna atas Wisnu di perempat final USM International Series tahun 2015 lalu. Krishna berhasil menang dengan dua game langsung 21-14 dan 21-19.

“Saya bersyukur bisa mengalahkan Wisnu, apalagi dia lebih senior daripada saya. Hari ini saya bermain lebih tenang dan menyerang terlebih dahulu. Kemenangan ini tentunya menambah kepercayaan diri saya menghadapi babak final besok,” ujar Krishna seperti dilansir oleh badmintonindonesia.org.

Di final, Rian/Fajar akan menantang ganda Jepang, Yoshiki Tsukamoto/Shunsuke Yamamura yang menang tipis dari Andika Ramadiansyah/Rinov Rivaldy. Pasangan Jepang ini baru bisa memastikan tiket ke final setelah bermain dalam tempo 85 menit, 21-18, 18-21 dan 27-25.

Sementara itu, Krishna akan mentang Giap Chin Goh, wakil Malaysia. Unggulan 13 ini berhasil melaju ke partai final setelah menghentikan pemain kidal asal Jepang, Ryotaro Maruo dengan 21-9 dan 21-14. “Saya belum sempat melihat permainan calon lawan besok. Saya harus menyiapkan fisik untuk menjalani pertandingan babak final. Dari pelatih tidak mematok target, tapi saya sendiri dari awal ingin bermain maksimal dan menjadi juara,” pungkas Krishna. (RI)