
Kembali ada yang berbeda dari tim Indonesia pada babak semifinal di kejuaraan Badminton Asia Team Championships 2018. Indonesia mengubah susunan ganda putra saat akan menghadapi tim kuat Korea hari ini (10/2). Ganda utama, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tidak di mainkan. Yang ada Indonesia memutar susunan ganda menjadi Mohammad Ahsan/Angga Pratama dan Hendra Setiawan/Rian Agung Saputro. Di nomor tunggal pun Indonesia menyimpan Anthony Sinisuka Ginting. Pemain kidal Firman Abdul Kholik yang sejak pertama disimpan, mulai dimainkan.
Tunggal pertama tetap mempertahankan Jonatan Christie. Rasanya bukan tanpa alasan jika pilihan jatuh pada pemain yang akrab di sapa dengan Jojo. Jojo pernah menang dari tunggal utama Korea, Son Wan Ho yang juga akan turun sebagai tunggal pertama. Bukan tak mungkin Jojo bisa membuka kunci pertama untuk Indonesia, meski rekor menang masih di pegang pemain Korea dengan 2-1.
Mohammad Ahsan kembali di turunkan oleh tim Indonesia sebagai ganda pertama. Hanya saja Ahsan tidak lagi berpartner dengan Kevin. Padahal saat menghadapi ganda pertama Jepang, ia dan Kevin bermain apik. Di babak empat besar, kali ini Ia di duetkan bersama dengan Angga Pratama untuk mencoba mengatasi ganda Korea Chung Eui Seok/Seung Jae Seo. Berharap Ahsan kembali bisa memberikan angka untuk Indonesia. Pemain Korea Chung Eui Seok sebenarnya biasa berpasangan dengan Kim Duk Young. Mungkin alih-alih mengecoh untuk stragtegi, ia sengaja di padukan dengan Seung Jae Seo.
Baca juga: [Badminton Asia Team Championships 2018] Langkah Tim Putri Terhenti di Semifinal
Ihsan Maulana Mustofa juga di pilih untuk bisa mengatasi permainan Jeon Hyeok Jin di partai ke tiga. Harapan besar di sematkan pada pundak Ihsan. Satu kali ia pernah memaksa tunggal kedua Korea angkat kaki dari kejuaraan Thailand Open Grand Prix Gold 2015. Pengalaman inilah yang di harapkan bisa di ulang kembali.
Partai ke empat akan mempertemukan dua ganda yang bukan biasa berpasangan. Rian Agung Saputro yang tahun lalu di sandingkan dengan Mohammad Ahsan, kali ini di coba bersama Hendra Setiawan. Dan Korea pun rupanya melakukan hal yang sama. Untuk menghadapi Indonesia, Kim Dukyoung di coba bersama Choi Solgyu, pemain Korea yang biasa bermain di ganda campuran. Kematangan seorang Hendra Setiawan yang di padu dengan smash keras Rian, rasanya akan bisa menjadi kartu truf bagi Indonesia.
Jika semua skenario awal berubah, partai kelima akan menjadi partai penentuan. Pemain kidal Firman Abdul Kholik di percaya sebagai pemain penentu. Ia akan bersaing dengan Lee Dong Keun. Berat tugas Firman yang akan mengemban sebagai pemain penentu. Apalagi ia pernah kalah dari lawan yang sama pada kejuaraan Korea Masters 2017 lalu. Dari segi peringkat, Firman juga berada jauh dari Lee. Pemain Korea ada di urutan 38 sementara Firman ada di peringkat 82 dunia. Jika ingin menyumbang angka, Firman harus mengeluarkan seluruh kemampuan serta memompa semangatnya. (AR)
