
Langkah satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani terhenti di babak dua turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026. Setelah berjuang selama 62 menit, Putri akhirnya harus mengakui keunggulan Huang Yu-Hsun (Taiwan) dengan skor 17-21, 21-19, 17-21.
Setelah kalah di game pertama, Putri sebenarnya punya peluang saat mampu bangkit dan merebut game kedua. Namun sayangnya pada game penentuan, lagi-lagi Putri tak dapat mengatasi tekanan demi tekanan yang diberikan oleh Huang. Putri pun harus mengakhiri langkahnya lebih awal.
“Saya belum bisa menghasilkan yang terbaik, karena lawan juga pasti mempersiapkan strategi dan pola bermain yang sangat luar biasa. Dari game pertama sampai game ketiga saya juga kesulitan untuk memberikan strategi yang sudah saya rancang,” ungkap Putri ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/1), usai laganya.
“Lawan sudah merancang strategi ambil bola dari depan dan bola atasnya itu jumping jumping, itu yang membuat saya kesulitan karena sedikit enggak kelihatan (arah bolanya),” lanjutnya.
Daihatsu Indonesia Masters 2026 merupakan turnamen ketiga Putri di bulan ini. Sebelumnya, Putri juga tampil di Malaysia Open Super 1000 dan India Open Super 750.
“Kelelahan itu pasti ada, tapi kan kita juga harus mengontrol, namanya juga pertandingan kan kita harus habis-habisan. Saya berusaha untuk bisa mengeluarkan semua permainan saya dan bisa kuat di lapangan,” papar Putri.
Putri dijadwalkan bertanding lagi di bulan Maret mendatang, tepatnya di kejuaraan All England 2026. Ia punya waktu cukup banyak untuk recovery dan berlatih lebih intensif jelang kejuaraan bergengsi tersebut.
“Bisa istirahat dan yang lebih penting, saya bisa latihan jadi bisa memperbaiki kesalahan dan kekurangan di tiga turnamen ini,” sebut Putri. (NFA)
