Usai menyelesaikan perjalanan di Denmark Open Super Series Premier 2015, Para atlet Indonesia kini melanjutkan perjalanan ke French Open Super Series 2015. Tujuh wakil Pelatnas Cipayung dijadwalkan turun bertanding memperebutkan total hadiah senilai USD 275.000. Di sektor ganda campuran, duet Riky Widianto/Richi Puspita Dili tidak turun main di Paris, digantikan dengan pasangan Edi Subaktiar/Gloria Emanulle Widjaja.
Unggulan ke empat asal PB Djarum Tedi Supriadi/Ririn Amelia menang dua game langsung dari ganda campuran dewasa asal Exist Jakarta William Astan/Anissa Nur Azizah pada laga perempat final, Kamis (10/9) pagi bertempat di Gor Asia-Afrika Senayan. Otomatis Tedi/Ririn pun lolos kebabak semifinal Astec Open 2015.
Indonesia International Challenge 2015 sudah memasuki babak kedua. Di nomor ganda campuran, 16 besar mempertemukan sesama wakil Indonesia asal PB Djarum. Akbar Bintang Cahyono/Ristya Ayu Nugraheny yang sebelumnya menghentikan unggulan enam, Kim Dukyong/Kim Hye Rin dari Korea, berjumpa dengan Tedi Supriadi/Ririn Amelia yang merangkak dari babak kualifikasi.
Unggulan ketiga sekaligus Juara Dunia 2013, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir belum menemui hambatan berarti di Kejuaraan Dunia 2015. Bertanding di lapangan pertama Istora pada Kamis (13/8), pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu berhasil menang dua game langsung atas Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dari Malaysia.
Wakil merah putih paling muda di ganda campuran, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja sukses melaju ke babak ketiga Kejuaraan Dunia 2015. Mendapat bye di babak pertama, Edi/Gloria baru memulai langkahnya di turnamen bergengsi ini pada Selasa (11/8) pagi.
Untuk kedua kalinya Tedi Supriadi berduet bersama Arya Maulana Aldiartama. Sebelumnya, kedua atlet spesialis ganda ini melakukan debut di Piala Walikota Surabaya yang digelar bulan Mei lalu, mereka berhasil menembus babak semifinal.
Setelah saya gagal tembus seleksi Atletik nomor lari rintang di tingkat daerah
