Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menembus babak semifinal pada kejuaraan bulutangkis China Open Super Series Premier 2016. Menghadapi ganda Korea Selatan Yoo Yeon Seong/Chang Ye Na di babak perempat final hari ini (18/11), pemegang medali emas Olimpiade Rio 2016 ini harus bekerja keras, terutama di game pertama, sebelum akhirnya menang dengan rubber game.
Langkah pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di kejuaraan bulutangkis China Open Super Series Premier 2016 masih belum tertahan. Usai mendapat bye di babak pertama, pemegang medali emas Olimpiade Rio 2016 asal Indonesia ini melangkah mantap ke babak perempat final dikejuaraan yang menyediakan hadiah total USD 700.000,-. Di babak kedua hari ini (17/11), pasangan yang biasa di sapa dengan panggilan Owi/Butet memetik kemenangan dari ganda Jepang Kenta Kazuno/Ayan
Lepas dari belahan Eropa, kejuaraan bulutangkis dunia kini bergerak menuju daratan Asia. China menjadi target para pemain bulutangkis untuk merebut prestasi. Indonesia sendiri tak mau ketinggalan. Pasukan merah putih menurunkan kekuatan terbaiknya di ganda campuran pada kejuaraan China Open Super Series Premier 2016. Tiga ganda campuran Indonesia akan mencoba berjuang untuk memperebutkan gelar juara di kejuaraan yang menyediakan hadiah total USD 700.000,-.
Menjadi atlet bulutangkis yang berjuang di turnamen profesional, artinya harus menyiapkan mental untuk segala resiko, termasuk resiko kekalahan.
Kehadiran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir membuat masyarakat Kudus turun ke jalan pada Kamis (1/9) siang. Tontowi/Liliyana diarak di jalan utama kota kretek ini. Ribuan warga memadati alun-alun untuk menyaksikan langsung peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini.
Djarum Foundation kembali memberikan bonus kepada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Ganda campuran yang berhasil menyabet emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 siang tadi (1/9) mendapat masing-masing satu rumah senilai Rp 1,5 milyar di Perumahan Graha Padma, Semarang.
Hobi
