Rahmad Julio Rafli Ritonga
01 Januari 2017

Tahun 2016 telah berlalu, tahun 2017 telah datang. Meskipun ada beberapa kegagalan, namun secara umum prestasi bulutangkis tahun 2016, bisa dikatakan mentereng. Indonesia kembali berhasil meraih medali emas Olimpiade Rio setelah gagal total di Olimpiade London tahun 2012. Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mengembalikan tradisi emas Olimpiade. Indonesia juga mengantarkan Praveen Jordan/Debby Susanto untuk diajang bergengsi lainnya All England.

29 Desember 2016

Diantara generasi penerus ganda campuran Indonesia, nama Melati Daeva Oktaviani patut di kedepankan. Pemain jebolan PB Djarum ini memang layak di sebut sebagai pengganti seniornya macam Liliyana Natsir atau Debby Susanto. Di saat masih belia dulu ia penah membuat harum nama Indonesia di kejuaraan BWF World Junior Championships 2012. Gelar juara ganda campuran bisa ia persembahkan bagi pertiwi di kejuaraan yang khusus di selenggarakan bagi pemain junior.

28 Desember 2016

2016 menjadi tahun yang kurang menyenangkan bagi pebulutangkis spesialis ganda putra, Mohammad Ahsan. Ia yang begitu di andalkan Indonesia untuk meraih medali emas di Olimpiade Rio 2016 bersama pasangan tetapnya Hendra Setiawan, akhirnya harus mengubur impian dalam-dalam. Dari tiga kali pertandingan di babak kualifikasi grup D, Ahsan/Hendra hanya bisa meraih satu kali kemenangan.

27 Desember 2016

Tahun 2016 bisa di katakan sebagai tahun prestasinya pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto. Di tahun yang di sebut dalam penanggalan China sebagai tahun Monyet api, Praveen/Debby merebut salah satu gelar juara dikejuaraan yang paling bergengsi, yakni All England. Praveen/Debby menjadi pasangan ketiga setelah Christian Hadinata/Imelda Wigoena dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang pernah merebut kejuaraan yang di selenggarakan di Inggris.

26 Desember 2016

Banyak yang telah memperkirakan jika Kevin Sanjaya Sukamuljo bakal pemain menjadi penerus di ganda putra. Tanda-tanda itu telah terlihat saat pemain kelahiran Banyuwangi ini  bermain dari kelas junior. Pukulan ajaibnya sering kali membuat lawan hanya terpaku tanpa bisa menyentuh bola. Tak salah jika ia di juluki sebagai titisan Sigit Budiarto, pemain yang juga memiliki pukulan aneh.

25 Desember 2016

Siapa yang menyangka jika pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliana Natsir bisa merebut medali emas di ajang terbesar dan bergengsi Olimpiade. Padahal di awal tahun prestasinya di bulutangkis tidak begitu menjanjikan. Pasangan yang biasa di sapa dengan sebutan Owi/Butet ini beberapa kali gagal menyentuh gelar juara. Dari sekian turnamen yang di ikuti, hanya gelar juara dari kejuaran Malaysia Open Super Series Premier 2016 yang di dapat.