Selain Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang berhasil lolos ke perempat final Kejuaraan Dunia 2015, Indonesia pun masih memiliki satu wakil lainnya, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwandi. Di pertandingan babak 16 besar yang digelar pada Kamis (13/8), Angga/Ricky sukses mengatasi wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.
Indonesia masih bisa terus berharap untuk bisa meraih gelar ganda putra di Kejuaraan Dunia 2015. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dipaksa (kembali) bermain rubber game saat berjumpa wakil Jepang, Kenta Kazuno/Kazushi Yamada pada Kamis (13/8) siang.
Unggulan ketiga sekaligus Juara Dunia 2013, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir belum menemui hambatan berarti di Kejuaraan Dunia 2015. Bertanding di lapangan pertama Istora pada Kamis (13/8), pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu berhasil menang dua game langsung atas Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dari Malaysia.
Unggulan kelima Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen akhirnya harus terhent dari perburuan gelar Kejuaraan Dunia 2015. Untuk pertama kalinya setelah enam kemenangan beruntun yang mereka raih, mereka harus menyerah dari Praveen Jordan/Debby Susanto pada Kamis (13/8).
Dalam dua edisi terakhir Kejuaraan Dunia, gelar juara tunggal putri selalu berhasil diraih oleh atlet muda. Tahun 2013, Ratchanok Inthanon sukses menjadi kampiun dengan menghentikan Li Xuerui di partai puncak. Sementara di tahun 2014, giliran Carolina Marin yang juga menaklukan Li Xuerui di final.
Ganda campuran besutan PB Djarum, Praveen Jordan/Debby Susanto akhirnya berhasil melawan “kebaiasaan”. Berjumpa dengan Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen yang diunggulkan ditempat kelima, untuk pertama kalinya Jordan/Debby berhasil menang.
