Di tengah hingar bingar perhelatan kejuaraan bulutangkis BWF World Championships 2015, ada satu tempat yang tak kalah ramainya dengan bagian dalam Istora, Senayan, Jakarta. Berlokasi di depan ticket Box, gerai Djarum Foundation selalu ramai di kunjungi penggemar. Selain ramai karena permainan-permainan yang di sediakan, pengunjung juga rupanya selalu menantikan atlet-atlet yang di tampilkan dalam acara Meet and Great.
Berakhir sudah perjalanan Kejuaraan Dunia bagi Vita Marissa di tahun 2015 ini. Bersama Shendy Puspa Irawati ia kandas di babak kedua pada Rabu (12/8) malam. Ini pun dituturkan dirinya akan menjadi pertandingan terakhirnya di Istora. Gedung yang dibangun pemerintah Indonesia saat Asian Games 1962 itu memang memiliki sejarah sendiri bagi Vita.
Usai terhentinya Tommy Sugiarto di Kejuaraan Dunia 2015, satu-satunya wakil meraih putih Dionysius Hayom Rumbaka pun turut terhenti. Bermain melawan unggulan sembilan asal Korea, Son Wan Ho, Hayom terhenti dalam tiga game.
Kubu merah putih sempat dibuat ketar ketir saat pasangan Perancis, Baptiste Careme/Ronan Labar mampu mengimbangi ganda putra andalan tanah air, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Di babak kedua Kejuaraan Dunia 2015, duet Perancis ini bahkan sanggup mencuri game pertama dengan skor tipis 21-19 pada Rabu (12/8) sore.
Duet ganda putri asal Jaya Raya, Pia Zebadiah Bernadeth/Rizky Amelia Pradipta akhirnya harus terhenti di babak kedua Kejuaraan Dunia 2015. Kedua atlet yang mengawali karir di sektor tunggal ini pun berakhir sudah. Di Istora, langkah mereka terhenti ditangan unggulan ke 11, Lee So Hee/Shin Seung Chan. Mereka kalah 9-21 dan 8-21 atas wakil Korea itu.
Tunggal putra merah putih, Tommy Sugiarto akhirnya harus terhenti di perburuan gelar Kejuaraan Dunia 2015. Peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2014 ini terhenti di babak kedua ditangan Wei Nan.
