Kejuaraan bulutangkis BWF World Final Super Series 2014 telah memasuki hari kedua. Setelah pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari mundur akibat cidera, Indonesia kini tinggal berharap pada tunggal putra Tommy Sugiarto dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Kamis (18/12) tepatnya pukul 16.00 WIB, para atlet dan legenda dari PB Djarum berkunjung ke kantor redaksi Radar Banyumas di kota Purwokerto. Kedatangan mereka ini pun langsung disambut hangat dari perwakilan Management dan Pemimpin Redaksi Radar Banyumas. Menurut Abraham Delta Oktaviari selaku perwakilan dari Bakti Olahraga Djarum Foundation bahwa selain bersilaturahmi, kedatangan mereka untuk lebih menggemakan olahraga bulutangkis di Purwokerto.
Tommy Sugiarto, yang menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang lolos ke turnamen BWF World Super Series Final 2014 bersiap untuk laga kedua. Di hari pertama kemarin (17/12), tunggal utama Indonesia ini menyerah di tangan pemain Denmark Jan O Jorgensen. Tommy menyerah dua game langsung dengan kedudukan akhir 15-21, 9-21.
Hari pertama kejuaraan bulutangkis BWF World Super Series Final 2014 bukan menjadi miliki atlet-atlet Indonesia. Cedera menjadi momok yang menakutkan bagi atlet Indonesia yang berlaga di Dubai. Dua pasang ganda Indonesia yang berlaga di kejuaraan yang menawarkan hadiah total US$ 1.000.000,- terpaksa mundur di tengah-tengah pertandingan akibat cedera.
Tommy Sugiarto menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang akan berlaga pada kejuaraan BWF World Super Series Final 2014. Jepang dan Denmark menjadi negara yang mampu mengirim dua pemain pada kejuaraan yang akan di mulai pada hari ini (17/12).
Pasangan ganda campuran nomor satu Indonesa Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang bertanding pada kejuaraan bulutangkis BWF World Super Series Final 2014 berada pada grup berat. Bertanding pada grup B, pasangan yang biasa disapa dengan sebutan Owi/Butet ini berada satu grup dengan pasangan yang kerap menyulitkan mereka.
