Mungkin diantara pemain spesialis ganda campuran Indonesia, Gloria Emanuelle Widjaja menjadi salah satu pemain yang masih mencari pasangan yang ideal. Ia sudah pernah dicoba dengan beberapa pasangan. Dengan Edi Subaktiar, ia pernah menggenggam juara Macau Open 2014. Lalu masih bersama Edi, ia bisa merajalela di kejuaraan China Masters 2015. Zheng Siwei/Chen Qingchen masa itu bisa dikalahkanya. Ia hanya kalah di final oleh pasangan Tiongkok, Liu Cheng/Bao Yixin.
Tahun 2018 menjadi tahun perombakan di nomor ganda campuran. Praveen Jordan yang biasa berpasangan denganĀ Debby Susanto akhirnya di pecah. Begitu juga dengan Melati Daeva Oktavianti. Melati yang pernah berpasangan dengan Alfian Eko Prasetyo dan Ronald Alexander terpaksa bubar jalan. Walhasil Praveen disandingkan bersama Melati.
Pebulutangkis spesialis ganda putri asal Karanganyar Ribka Sugiarto bersama pasangannya Febriana Dwipuji Kusuma pernah menjadi perbincangan bagi para pecinta bulutangkis, setelah di bulan Juli lalu pasangan PB Djarum itu mendulang medali emas pada kejuaraan bergensi Asia Junior Championships (AJC) 2018 di Bintaro.
Pebulutangkis kelahiran Jakarta 2001 ini merupakan lulusan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2013. Turun di nomor tunggal taruna putra nama Syabda Perkasa Belawan menjadi momok perbincangan bagi para rekan-rekannya dan juga para pemain Indonesia khususnya di level taruna.
Bagi pebulutangkis spesialis ganda putra dan ganda campuran asal PB Djarum Pramudya Kusumawardana, tahun 2018 menjadi tahun yang cukup mengesankan. Bagaimana tidak? Dari beberapa rangkaian turnamen yang ia ikuti baik dari level nasional maupun international, Pramudya mampu mencatatkan pencapaian terbaiknya.
Pebulutangkis ganda putra Indonesia Berry Angriawan menjadi salah satu pemain yang sukses di belahan benua Australia. Berry yang biasa berpasangan dengan Hardianto melesat di dua turnamen yang jarak waktunya berdekatan.
