Menjadi predikat pemain nomor satu dunia selalu menjadi incaran bagi setiap atlet olah raga, tidak terkecuali bulu tangkis. Di barisan ganda putra, Indonesia banyak melahirkan para pemain yang mampu bertengger sebagai jawara di ganda putra.
Tahun 2019 menjadi tahun yang mengesankan bagi perjalanan sejarah bulu tangkis Indonesia. Bagaimana tidak, pertama kali dalam sejarah perebutan piala Suhandinata, tim yang berisikan pemain-pemain junior Indonesia berhasil membawa pulang piala lambang supremasi beregu junior dunia.
Kejuaraan beregu Asia Junior Championships (AJC) 2020, sejatinya menjadi salah satu kejuaraan bulu tangkis yang dinanti. Namun, kejuaraan ini terpaksa dibatalkan akibat pandemi Covid-19 yang sampai detik ini masih terus menghantui di hampir seluruh negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.
Siapapun tidak pernah tahu nasib kita di masa depan. Manusia boleh merencanakan, tetapi Tuhan lah yang menentukan. Pepatah tua ini layak disematkan kepada Nafielah, wartawati PBSI. Sebenarnya rajutan masa depan sudah ia rangkai dengan begitu baik. Hasrat mewujudkan cita-citanya sebagai wartawan sudah ia canangkan.
Perjuangan Putri Kusuma Wardani di ajang Mola TV PBSI Home Tournament, akhirnya harus puas finis di posisi kedua. Putri belum berhasil menyabet gelar juara, setelah di laga final yang baru saja berakhir, Jumat (24/7) tadi, kalah dari lawannya, Gregoria Mariska Tunjung dengan skor 17-21, 11-21.
Perebutan tempat ketiga pada kejuaraan bulu tangkis Mola TV PBSI Home Tournament berlangsung antara dua pemain muda, Asti Dwi Widyaningrum melawan Saifi Rizka Nur Hidayah hari ini (24/7). Kedua pemain ini harus bertemu setelah menelan kekalahan pada pertandingan babak semifinal pagi tadi.
