Sulaiman

Sulaiman

Meliput kegiatan olah raga bulu tangkis ke mancanegara menjadi mimpi setiap insan pewarta. Apalagi jika meliput ke kejuaraan bergengsi macam All England. Impian pergi meliput ke kejuaraan tertua di dunia rupanya juga menjadi harapannya Nafielah, wartawan PBSI.

Indonesia banyak melahirkan pemain bulutangkis dunia. Bibit-bibit pemain bulu tangkis handal salah satunya dilahirkan oleh klub PB Djarum. Berulang kali klub yang besar di Kudus, Jawa Tengah ini menelurkan pemain-pemain yang mengharumkan nama Indonesia, salah satunya adalah Kartono.

Usai mengundurkan diri dari Pelatnas PBSI Cipayung pada bulan Mei 2020 lalu, peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Tontowi Ahmad, kini menggandeng perusahaan perlengkapan olahraga asli Indonesia, Flypower. Bapak dua anak ini bertekad ingin memajukan produk dalam negeri tersebut agar mampu bersaing dengan produk sejenis dari mancanegara.

Setelah Badminton World Federation (BWF) mengumumkan batalnya empat turnamen di bulan September 2020, Pengurus Pusat PBSI memberikan tanggapan soal keputusan tersebut. Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan bahwa turnamen-turnamen di bulan September sedianya menjadi ajang pemanasan bagi pemain jelang perhelatan Piala Thomas dan Uber 2020 di Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober mendatang.

Empat turnamen yang rencananya bakal bergulir pada September 2020 mendatang, diumumkan Badminton World Federation (BWF) kembali batal. Yaitu Taipei Open (1-6 September), Korea Open (8-13 September), China Open (15-20 September) dan Japan Open 2020 (22-27)

Sejak dulu hingga saat ini, nama PB Djarum dikenal luas sebagai klub bulu tangkis yang paling banyak mempunyai pemain hebat. Dari klub yang bermarkas di Kudus dan Jakarta ini, tidak sedikit legenda bulu tangkis Tanah Air yang lahir.