Sulaiman

Sulaiman

Selain dikenal sebagai negara pencetak pemain bulu tangkis handal, Indonesia juga dikenal dengan negara yang melahirkan banyak pebulutangkis dalam satu keluarga.

Indonesia boleh bangga memiliki pebulutangkis putri Susy Susanti. Pemain kelahiran Tasikmalaya ini, berulang kali mengharumkan nama Indonesia di kancah bulu tangkis dunia. Melalui tangannya pula, Indonesia bisa mendapat medali emas pertama di ajang bergengsi Olimpiade.  Susi mempersembahkan medali emas pada Olimpiade Barcelona 1992.

Indonesia banyak memiliki keluarga yang handal dalam olah raga bulu tangkis. Sebut saja keluarga Mainaky yang banyak melahirkan pemain dunia seperti  Rexy Mainaky, Reony Mainaky, Marleve Mainaky, Richard Mainaky dan lainnya. Lalu ada pula Markis Kido dan keluarga. Selain Kido, ada Bona Septano dan Pia Zebadiah Bernadet.

Pebulu tangkis tunggal putra Jepang Kento Momota butuh waktu 1:06 menit untuk menaklukan pebulu tangkis Denmark Jan O Jorgensen dengan kemenangan 16-21, 21-19 dan 21-7 pada laga final Indonesia Open 2015 lalu. Namun ini bukanlah menjadi pertandingan terlama di turnamen yang menyediakan total hadiah sekitar 10 miliar rupiah.

Jika sebelumnya dibahas soal catatan manis Vita Marissa dengan beberapa mantan pasangannya di ganda campuran, kali ini giliran catatan manis Vita dengan mantan pasangannya di ganda putri.

Dalam setiap pertandingan bulu tangkis resmi, wasit selalu dibantu oleh beberapa hakim garis. Para hakim garis membantu wasit dalam hal menunjukkan apakah shuttlecock mendarat di bagian dalam atau di bagian luar. Inilah tugas dari Hakim garis, memantau setiap pergerakan shuttlecock saat menyentuh karpet. Jumlah hakim garis dalam setiap pertandingan tergantung dari kategori/level pertandingan. Umumnya ada sebanyak 10 hakim garis yang bertugas dalam pertandingan resmi internasional.