Di tengah mewabahnya virus Covid-19, beragam cara tentu dilakukan oleh setiap orang agar terhindar dari rasa bosan saat #dirumahaja. Tak terkecuali pemain junior PB Djarum yang juga tak bisa keluar dari asrama.
Lulusan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2013, Nandini Putri Arumni mengingat kembali bagaimana perjuangan kedua orang tuanya, kala mendampingi dirinya untuk berjuang melewati tahapan-tahapan di ajang audisi umum beberapa tahun silam.
Ternyata diam-diam pebulutangkis spesialis ganda kelahiran Semarang, Sintia Dewi Yuliani negfans dengan sosok pebulutangkis asal Korea Chang Yena sejak tahun 2016 lalu. Kepada tim pbdjarum.org, Sintia mengatakan bahwa selain Chang Yena bagus mainnya, dia juga baik orangnya dan humble kepada pengemarnya.
Memang membosankan semasa libur tetapi harus tetap tinggal di lingkungan asrama Pelatnas. Akbar Bintang Cahyono, pemain spesialis ganda, sangat merasakan hal ini. Kegiatannya sehari-hari selama mengisi liburan hanyalah sebatas latihan sendiri.
Merasa karirnya di tingkat senior tidak mengalami perkembangan, akhirnya Engga Setiawan yang kala itu baru berusia 20 tahun mencoba mencari peruntungan menjadi pelatih di klub PB Djarum.
Tiga kata diatas yang selalu ingin disampaikan secara langsung langsung oleh Johari Latif, seorang wasit Internasional yang dimiliki oleh Indonesia. Sebenarnya niat ini sudah ingin diutarakan usai Carolina Marin mengalami cedera pada babak final kejuaraan Indonesia Masters 2019 lalu. Tapi ada daya, kesempatan untuk menyampaikan langsung belum ada. Sampai sat ini ia masih tetap berharap jika suatu hari nanti ia dapat bertemu dan berbicara secara khusus dengan Marin. Pasalnya ia masih berasa b<
