Keberhasilan meraih Super Tiket menuju tahap karantina Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus bukanlah sebuah kebetulan bagi Iffa Hamda Shakia. Atlet muda berusia 11 tahun asal Klub PB Permata Siak ini membuktikan bahwa kedisiplinan tingkat tinggi dan jadwal latihan yang padat adalah kunci utama untuk menembus persaingan, bahkan pada debut perdananya di ajang audisi.
Memulai debut di ajang pencarian bakat bulutangkis bergengsi bukanlah hal yang mudah bagi seorang atlet muda, apalagi jika harus bertanding menahan rasa sakit. Namun, Muhammad Naufal Hanafi atlet KU-12, berhasil mematahkan keraguan tersebut. Pada keikutsertaan perdananya, pebulutangkis asal Padang Sidempuan ini sukses menyabet tiket karantina lewat perjuangan yang heroik dan dramatis.
Persaingan memperebutkan 6 Super Tiket dari jalur kompetisi di Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru yang bergulir di GOR Angkasa, Sabtu (11/7) semakin sengit dan sarat emosi. Hanya tersisa 12 atlet putra yang masih harus berjuang di babak semifinal dan 6 atlet putri di babak final baik dari U-11, KU-11, KU-12. Selain jalur kompetisi, peserta juga masih berpeluang meraih Super Tiket melalui jalur pilihan Tim Pencari Bakat.
Tunggal putra U-19 Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, memastikan langkah ke partai final Pembangunan Jaya Raya International Grand Prix 2026 usai mengalahkan rekan senegaranya, Maharishiel Timotius Gain, pada babak semifinal, Sabtu (11/7) di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan. Radithya menang dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-8.
Audisi Umum pencarian bakat bulutangkis PB Djarum kembali menyapa Kota Pekanbaru pada tahun 2026. Ajang pencarian bibit-bibit pebulutangkis masa depan ini menjadi momen napak tilas untuk melihat kembali perbandingan kualitas dan antusiasme peserta, khususnya jika disandingkan dengan kesuksesan Audisi Umum pada tahun 2018 silam.
Jalan nasib dan bakat seseorang terkadang berbelok di arah yang tak terduga. Hal ini dibuktikan oleh Jayden Octave Tiolando, peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 asal Kabupaten Siak, Riau. Siapa sangka, atlet berusia 11 tahun yang kini unjuk gigi hingga menembus babak semifinal kategori Kelompok Usia (KU) 11 ini, awalnya memiliki cita-cita besar di lapangan hijau.
