PB Djarum kembali menurunkan atlet-atlet muda ke arena persaingan internasional. Kali ini sebanyak 117 atlet diturunkan di ajang Pembangunan Jaya Raya International Grand Prix 2026, yang berlangsung di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan.
Kegagalan di babak kedua Audisi Umum PB Djarum 2025 tak lantas memadamkan mimpi pebulutangkis muda asal Jambi, Qeis Afif Zhafran. Afif yang juga sempat menimba ilmu selama enam bulan di PB Champion Kudus, kembali menginjakkan kaki di arena audisi tahun ini.
Bertahun-tahun lalu, ketika masih duduk di bangku kelas 6 SD, ia menjejakkan kaki di Kudus, Jawa Tengah, dengan harapan besar untuk bergabung bersama PB Djarum, namun harus menelan pil pahit kegagalan. Kini, dengan menempuh perjalanan darat 13 jam dari Medan ke Pekanbaru, asa itu kembali dihidupkan. Bukan lagi untuk dirinya, melainkan untuk dua buah hatinya.
Ratusan mimpi besar bertumpu pada Audisi Umum PB Djarum 2026. Para talenta muda itu kini tengah berjuang untuk bergabung dengan salah satu klub bulutangkis terbaik di Indonesia, PB Djarum.
Satu tahap seleksi pada Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru, berhasil selesaikan oleh para peserta, Kelompok U-11 putra dan putri serta KU-12 putra sudah menyaring peserta lewat tahapan screening. Sementara U-12 putra dan putri serta KU-12 putri langsung bersaing di tahap turnamen.
Di sela-sela sengitnya persaingan dalam pencarian bakat lewat Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru, panitia juga menggelar acara meet and greet dengan dua legenda besar Indonesia yakni Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Para peserta audisi sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Tontowi/Liliyana pun diserbu penggemar ciliknya yang ingin mendapat kesempatan berinteraksi, berfoto, dan mendapatkan tanda tangan dari pasangan ganda campuran peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016
