Sebanyak dua dari lima ganda putri Indonesia yang bertanding di babak perempat final hari ini (1/9) mampu menembus babak semifinal pada kejuaraan bulutangkis Singapore International Series 2016. Peluang untuk menciptakan final sesama pasangan ganda putri Indonesia pun tebuka.
Para pemain ganda putri PB Djarum yang bertanding di kejuaraan Milo School Competition II U15, U13 2016 kelompok ganda pemula putri belum terbendung. Sebanyak lima pasang ganda putri dari klub yang besar di Kudus ini berhasil menekuk lawan-lawannya dibabak pertama kemarin (31/8).
Ganda putri Indonesia menguasai babak perempat final di kejuaraan bulutangkis Singapore International Series 2016. Sebanyak lima pasang ganda putri berhasil menerobos babak perempat final. Pasangan Serena Kani/Mychelle Crhystine Bandaso yang harus bermain sebanyak dua kali dalam sehari juga menjadi salah satu pasangan yang lolos.
Indonesia memiliki sejarah manis di nomor tunggal putri saat Susy Susanti berhasil menjadi peraih medali emas Olimpiade bulutangkis tahun 1992. Medali emas ini pun tak hanya menjadi medali emas pertama yang diperebutkan di Olimpiade, tetapi menjadi medali emas pertama bagi Indonesia.
Bisa dikatakan jika Olimpiade Rio 2016 merupakan ajang paling terburuk bagi tim China selama pelaksanaan Olimpik. China yang menyapu bersih medali emas di Olimpiade London 2012, kali ini harus puas hanya dengan dua medali emas. Di bagian putri, bahkan China tak lagi bisa kebagian medali, untuk perunggupun tidak.
Harapan merah putih untuk bisa mencuri medali di Olimpidae Rio de Janeiro, Brasil di nomor tunggal putri harus hilang. Satu-satunya wakil merah putih, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari harus kandas di babak delapan besar yang digelar pada Selasa (15/8) malam waktu Indonesia.
Awal ikut kakak latihan lama-lama jadi suka bulutangkis
