Wawancara
Home > Berita > AUDISI UMUM > [Audisi Umum 2013] Sebanyak 44 Atlet Masuk Karantina
01 Juli 2013
[Audisi Umum 2013] Sebanyak 44 Atlet Masuk Karantina
 
 

Audisi Umum 2013 yang digelar di GOR Jati Kudus sejak Jum'at (30/6) lalu sudah menyelesaikan empat tahapan. Tahap pertama, 1.035 atlet mencoba untuk menunjukkan kemampuan mereka di 12 lapangan yang disediakan. Peserta yang datang pun beragam, mulai dari mereka yang memang sudah bisa bermain bulutangkis, sampai kepada mereka yang belum bisa bermain sama sekali. Bahkan meski usia peserta sudah dibatasi mulai 10 hingga 15 tahun, ada beberapa orang tua yang mendaftarkan anaknya kendati belum sampai 10 tahun.

Tahap pertama yang cukup panjang dan melelahkan diakhiri dengan hiburan yang sudah disiapkan oleh PB Djarum. Sementara hari Sabtu (29/6) diisi dengan audisi tahap kedua dan ketiga. Dimana sebanyak 375 atlet bertarung di tahap kedua yang diisi dengan ujian pertandingan selama 20 menit, akhirnya meloloskan sebanyak 152 atlet muda ke tahap ketiga.

Di tahap ketiga ini yang digelar sore hingga malam hari sekitar pukul 23.00 WIB, para peserta diuji dalam dua kali pertandingan yang masing-masing digelar dua game. Disinilah mereka diuji stamina, fisik dan daya juang yang masih mereka miliki.

Proses melelahkan itu diakhiri dengan tes fisik di tahap empat. Beep test menjadi pilihan tim PB Djarum untuk menguji calon-calon atlet masa depan ini. Sejak Minggu (30/6) pagi mereka sudah berkumpul di GOR PB Djarum untuk mengikuti beep test. Test ini tak membutuhkan waktu terlalu lama, sekitar pukul 11.00 WIB, seluruh peserta yang berjumlah 44 orang sudah menyelesaikan tesnya.

Atlet muda ini pun harus segera masuk karantina mulai pukul 16.00 WIB kemarin sampai 7 hari kedepan. Di tahap inilah, hal-hal diluar lapangan menjadi perhatian tim penguji. Mulai dari kedisiplinan, konsistensi, semangat berlatih, sifat keseharian dan lain-lain.

"Untuk proses karantina, pengujian masih ada beberapa hal, terutama tentang konsistensi dan semangat mereka berlatih, kesehariannya, karena di PB Djarum setiap pelatih itu diwajibkan untuk mengenal baik anak didiknya," ujar Fung Permadi.

Audisi umum yang digelar satu tahun sekali ini, kembali akan digelar tahun depan. Namun, tim PB Djarum masih mempertimbangkan waktu yang tepat untuk audisi jika harus berbenturan dengan bulan Ramadhan.

"Ini bukti konsistensi kami dalam membina bulutangkis di tanah air, tahun depan pun kami akan tetap mengadakan audisi di waktu yang sama, yakni saat libur anak sekolah. Hanya untuk tahun depan kami harus berunding dulu, apakah akan dilangsungkan sebelum puasa atau setelahnya," ujar Program Director Djarum Foundation Bakti Olah Raga, Yoppy Rosimin. (IR)