
Praveen Jordan lahir di Bontang, 26 April 1993 silam. Lahir dan besar di Kalimantan, Jordan menjadi salah satu kebanggaan Kalimantan Timur. Bahkan saat final All England yang digelar Minggu (13/3) lalu, masyarakat Balikpapan menggelar acara nonton bareng final All England.
“Iya kami di sini menggelar acara nonton bareng di salah satu cafe, dan antusiasmenya tinggi,” ujar Aang, Sekretaris Umum Pengurus Kota PBSI Balikpapan.
Hal ini pun seakan menjadi inspirasi bagi warga di sekitar Kalimantan dan khususnya Bontang. Tak ketinggalan adalah ayahanda Praveen Jordan, Setiyo Lesmono. Setiyo bertolak dari Bontang pada Minggu (25/3) pagi dan tiba di Balikpapan sekitar pukul 15.00 WITA. Ia membawa tiga orang anak didiknya untuk turut ambil bagian dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016.
“Bawa tiga orang, ya semoga bisa tampil baik di sini,” ujarnya.
Setiyo sendiri adalah pelatih pertama Jordan. Ia memiliki klub binaan bernama PB Permata Jaya di Bontang, Kalimantan Timur.
“Iya saya pagi bekerja dan sore melatih anak-anak, memang cukup melelahkan, tetapi kalau kita menikmati pekerjaan ini ya kenapa tidak?,” tambahnya.
Keberhasilan Jordan merebut juara All England tentu menjadi sebuah bukti bahwa darimana pun mereka berasal, mereka bisa menjadi juara. Jordan sendiri bergabung bersama PB Djarum pada tahun 2008 silam, setelah menghabiskan waktu enam tahun di PB Djarum, Jordan pun berhasil menjadi skuad Pelatnas di tahun 2014 lalu. Dan akhirnya diawal tahun 2016 ini, Jordan berhasil membawa kabar gembira ke tanah air. Ia berhasil menjadi juara kejuaraan tertua itu bersama Debby Susanto.
“Keberhasilan Jordan tentu menjadi inspirasi bagi atlet-atlet yang ada di sana, menjadi penyemangat mereka. Semoga juara All England pun baru awal bagi Jordan. Dan semoga akan ada atlet-atlet lain yang lahir di Bontang,” pungkasnya. (RI)
